Simanjuntak Bantah Pegawainya Digiring ke Mako Brimob

KBRN, Ambon: Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kota Ambon, Rustam Simanjuntak membantah jika salah satu stafnya berinisial FR digiring ke Mako Brimob Polda Maluku buntut dari pembakaran dokumen penting di dalam WC saat gedung Balai Kota Ambon sementara digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selasa (17/5/2022) kemarin.

"Oh tidak ada. Hanya dimintai keterangan di tempat dan selanjutnya pulang. FR tidak digiring ke Mako Brimob seperti yang diberitakan sejumlah media," terang Simanjuntak saat dikonfirmasi wartawan di Gedung DPRD Kota Ambon, Rabu (18/5/2022)

Simanjuntak menjelaskan, saat penggeledahan KPK, dirinya sementara berada di ruang kerja. Tiba-tiba, datang salah satu oknum brimob untuk menanyakan soal pembakaran yang diduga merupakan dokumen.

Bersamaan dengan itu, masuk FR yang adalah Kepala Seksi Penataan Kawasan Kumuh untuk mengklarifikasi pembakaran kertas-kertas tersebut.

"FR masuk dan klarifikasi kalau yang dibakar dalam WC adalah sampah. Dan itu juga bukan atas perintah pak Kadis. Nah, ini yang sudah diklarifikasi oleh staf saya," terangnya

Prinsipnya, lanjut dia, stafnya tidak digelandang ke Mako Brimob untuk diperiksa lebih lanjut. Sebab setelah ada pembakaran tersebut, yang bersangkutan langsung mengklarifikasinya di Balai Kota Ambon.

Sebelumnya, dinformasikan bahwa salah seorang pegawai di lingkup Pemerintah Kota Ambon berinisial FR digiring ke Mako Brimob Polda Maluku.

Staf yang biasa di sapa Ola digelandang aparat kepolisian karena kedapatan membakar sejumlah dokumen (diduga) milik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kota Ambon, saat tim KPK sementara melakukan penggeledahan, Selasa (17/05/2022).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar