DPRD Komitmen, Tahun Ini Persoalan Raja di Ambon Dituntaskan

KBRN, Ambon: Proses pengangkatan kepala pemerintahan atau raja definitif pada sejumlah negeri adat yang ada di Ambon, masih ditemui kendala, salah satunya terkait tarik-ulur mata rumah parentah.

Perbedaan pendapat masyarakat di tingkat negeri itulah, yang kemudian membuat satu negeri adat tertentu cukup sulit untuk melahirkan raja definitf.

Kendati demikian, persoalan-persoalan yang ditemui, tak didiami begitu saja oleh DPRD Kota Ambon. Sebagai representasi rakyat, hal ini menjadi tugas untuk begaimana DPRD memediasi dan mencari solusi terbaik agar lahir raja definitif di negeri-negeri adat terkait. 

Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Zeth Pormes mengatakan, persoalan raja di beberapa negeri, telah menjadi komitmen bersama pimpinan dan anggota komisi I DPRD Ambon untuk diselesaikan di tahun 2022 ini. 

"Kita tak intervensi internal negeri. Kita hanya mendorong dan akan kawal prosesnya sehingga bisa terselesaikan seluruhnya di tahun 2022 ini," kata Pormes kepada RRI di Gedung DPRD Ambon, Kamis (27/1/2022)

Menurutnya, semenjak berada di komisi I, hanya ada satu raja definitif dari 22 negeri yang ada di Kota Ambon, yakni Negeri Soya. Tapi, kemudian proses itu dikawal dan kini terhitung sudah lebih dari 10 negeri yang miliki raja definitif.

Politisi Golkar itu mengaku, jika Ambon tidak diperhadapkan dengan pandemi covid-19, maka proses raja untuk seluruh negeri dapat dipastikan sudah selesai.

"Kita vakum selama setahun lebih karena terkendala covid-19. Makanya, proses untuk mewujudkan raja di tiap-tiap negeri pun menjadi terhambat,"terangnya

Kini, lanjut Pormes, pihak komisi akan kembali star dari nol. Targetnya, hingga Maret 2022, harus bisa mencapai 70 persen.

"Kalau sudah belasan negeri yang miliki raja, berarti capaiannya diangka 50 persen. Nah, kita targetkan sampai Maret 2022 sudah 70 persen lah. Dan sampai Desember itu sudah terselesaikan semua," tukasnya

Sekadar tahu, negeri di Kota Ambon yang belum miliki raja definitif diantaranya negeri Passo, Batumerah, Naku, Urimessing, Rumah Tiga, Hatiwe Besar, Latuhalat, Amahusu, Seilale dan Tawiri.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar