PMII, IMM, dan GMNI Demo Kejati dan Kejari Ambon, Kajari Nalle : Akan Kami Terima

KBRN, AMBON : Skandal Rp. 5,3 miliar temuan BPK di DPRD Kota Ambon  menjadi salah satu kasus yang menjadi perhatian publik.  Wajar, karena kasus ditingkat penyelidikan yang ditangani oleh kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon ini diduga akan tutup. 

Bahkan, informasi media ini ekspose perkara tersebut yang direncanakan Kejari Ambon di Kejati Maluku itu telah dilakukan siang tadi, Selasa (25/1/2022). Kabarnya, telah menuai hasil. Hasilnya adalah dihentikan kasus tersebut, dan dikembalikan ke Kejari Ambon dengan beberapa catatan yang harus dilengkapi. 

Disinyalir, kasus tersebut akan dirilis hasil eksposenya dalam waktu dekat ke publik melalui media. 

Terkait itu, selebaran seruan aksi berupa flayer telah beredar di media sosial (grup watshap) dari Aliansi OKP Cipayung Kota Ambon, PMII, IMM, dan GMNI akan menggelar akso demo besar-besaran di depan Kantor Kejati Maluku dan Kejari Ambon. 

Titik kumpul para pendemo yang dikordinatori, Ketum IMM Kota Ambon, Hamja Loilattu, Ketum PMII Kota Ambon, Abdul Gafur Rusunrey, dan Ketum GMNI Ambon, Said Bahrum Rahyaan berlangsung di Gong Perdamaian Dunia. 

Menanggapi seruan aksi yang direncanakan besok, Rabu (26/1/2022) itu, Kepala Kejari Ambon, Dian Fris Nalle menanggapinya santai. "Akan Kami Terima," tulisnya via pesan watshap, singkat. 

Sementara sebelumnya, dikonfirmasi terkait ekspose gelar perkara yang dilakukan pihaknya di Kejati Maluku, ia mengaku, secepatnya akan dirilis. "Nanti dirilis. Secepatnya lah," pungkasnya. 

Sebelumnya, Kejari Ambon juga telah mengantongi bukti pengembalian senilai Rp. 1,5 miliar. Selain itu,  bukti pengembalian Rp. 400 juta melalui Bendahara Sekertariat DPRD juga sudah dikantongi. Termasuk yang terbaru senilai Rp. 4 miliar sekian sudah di kantongi buktinya melalui BRI Ambon. 

Sehingga, dasar pengembalian tersebut membuat kasus yang dalam tahap penyelidikan ini akan ditutup.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar