Disperindag Janji Telusuri Kenaikan Harga Lapak di Pasar Mardika

KBRN, Ambon: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, Sirjhon Slarmanat berjanji akan menelusuri kenaikan harga lapak di Pasar Mardika Ambon.

Dia mengatakan, harga lapak resmi yang disampaikan pihak pengembang ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sebesar Rp 12,5 juta per unit. Hanya saja, pengakuan pedagang, harga lapak membengkak mencapai Rp 20-25 juta per unit.

"Nanti kita telusuri kebenarannya. Sebab harga resmi yang disampaikan ke kita itu hanya Rp 12,5 juta per unit," kata Slarmanat kepada wartawan di Gedung DPRD Ambon, Selasa (25/1/2022)

Menurutnya, kalaupun informasi terkait harga per lapak dijual Rp 20-25 juta, maka kemungkinan besar ada cara-cara kotor yang sengaja dimainkan oknum-oknum tertentu.

Misalnya, si A membeli dengan harga Rp 12,5 juta dari pengembang, dan kembali menjualnya ke pedagang dengan harga Rp 20-25 juta.

"Saya kira, ada juga pedagang yang berlaku nakal. Tapi, ini jadi atensi untuk kami telusuri nanti," jelasnya

Dikatakan, pembangunan lapak maupun kios di Pasar Mardika Ambon, bukan dengan menggunakan APBD Kota Ambon. Tapi, pengerjaannya memakai anggaran dari pihak ketiga.

Oleh karena itu, Pemerintah juga tidak bisa melakukan pemantuan lebih. Pemerintah hanya bisa mengecek jika ada masalah yang kemudian berkembang seperti yang terjadi saat ini. 

"Ini dinamika yang terjadi di pasar. Bisa saja ada oknum yang mengambil untung dari sini. Makanya nanti kita telusuri lagi," tutup Slarmanat 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar