Kinerja Pjs Negeri Naku Diadukan ke Dewan

KBRN, Ambon : Warga Negeri Naku, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, mengadukan kinerja Pjs negeri setempat, Paulus Anakotta ke Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Senin (24/1/2022)

Mereka menilai ada yang melenceng dengan keputusan Pjs Anakotta dalam menetapkan mata rumah parentah di negeri  tersebut.

"Penetapan pam Gasperzs sebagai mata rumah parentah di Negeri Naku tidak melibatkan semua turunan Gaspersz yang ada di dalam negeri. Dari situ kami merasa ada yang kurang, makanya kami secara tegas menolak penetapan tersebut," kata sejumlah warga Naku saat menggelar rapat tatap muka dengan komisi I DPRD Ambon.

Kepala Soa Huwae Negeri Naku, Agustinus mengatakan, sangat menyayangkan sikap Pjs Anakotta yang tidak merangkul secara baik masyarakat di Negeri Naku.

Padahal, untuk menetapkan mata rumah parentah, harus melibatkan semua anak cucu marga Gasperz dari turunan raja. Tapi karena dengan tidak mengindahkan hal itu, makanya terjadi kerenggangan antara warga satu dengan lainnya yang ada di Naku.

"Padahal pemimpin itu harus merangkul, tapi ini tidak bagi Pjs Anakotta. Makanya, kami juga minta agar supaya DPRD menyampaikan ke Pemkot untuk menurunkan Anakotta dari Pjs Naku," pintanya

Bagi dia, kalaupun jabatan Pjs Anakotta tetap dipertahankan hingga Februari 2022 mendatang, maka bakal ada chaos besar ditengah-tengah masyarakat Naku.

"Menjaga hal ini jangan sampai terjadi, kami minta pak Dewan bisa mengusulkan ke pemerintah untuk menurunkan Anakotta dari jabatan Pjs Naku secepatnya," tukasnya

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Zeth Pormes mengatakan, baru mengetahui jika persoalan mata rumah parentah di Negeri Naku masih menjadi satu perdebatan panjang.

"Lima enam bulan yang lalu kita pernah rapat dengan Pjs dan saniri Naku. Katanya proses untuk pelantikan raja sudah rampung hampir 90 persen. Tenyata, hari ini kita dapat pernyataan berbeda kalau masih ada perdebatan soal itu," kata Pormes

Dikatakan, Komisi I DPRD Ambon akan mengagendakan ulang pemanggilan Pjs,  saniri serta tokoh masyarakat Naku untuk membahas masalah ini lebih lanjut.  

"Nanti kita agendakan untuk panggil ulang. Kita mau proses ini harus yang terbaik sehingga tidak menimbulkan kekisruhan di kemudian hari," pungkasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar