Lahan dan Bangunan Dikawasan Tantui Ambon Dibongkar, Polisi Ikut Kawal

KBRN, AMBON : Setelah melalui rangakain sidang gugatan perdata antara Marthen Ur (menang) melawan tergugat Willy Gasperz dan Silviana Gasperz telah memberikan Hasil. Marthen menang atas gugatan tersebut. 

Senagai upaya menjalankan putusan hakim itu, lahan dan bangunan milik Marthen Ur di kawasan Jalan Jendral Soedirman di RT 006/RW 003 Tantui, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Kamis (20/1/2022) langsung dibongkar. 

Pembongkaran atau eksekusi itu lakukan pihak Pengadilan Negeri (PN) Ambon terhadap lahan dan bangunan diatas tanah seluas 1.666² berdasarkan Surat perintah eksekusi Ketua Pengadilan Negri Ambon Nomor 22/Pen.Pdt.Eks/2019/PN.Amb jo Nomor 12/Pdt.G/2019/PN. Ambon tertanggal 09 Agustus 2021.

Proses pelaksanaan eksekusi dikawal ketet oleh Pihak Kepolisian dan Polresta Ambon yang diawali dengan apel gelar pasukan yang dipimpin Kabag Ops Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease  AKP Teddy.

Sesaat dilakukan eksekusi, surat putusan eksekusi dibacakan, Panitra Pembantu Ricky Satumalay didampingi 5 orang Panitra dan dihadiri oleh Kuasa Hukum Penggugat Anthony Hatane dan Roby Lopulalan. Selanjutnya memerintahkan buruh melakukan pengosongan dan  pembongkaran terhadap 6 (enam) unit bangunan semi permanen termasuk rumah Tergugat dan tanaman dengan menggunakan satu unit alat berat/eksavator.

Proses eksekusi disaksikan langsung   Kapolresta Pulau Ambon dan PP. Lease Kombes Pol  Raja Arthur Simamora  didampingi Wakapolresta AKBP. Heri Budianto,  Kasat Intelkam AKP. F. Tupan.  dan Kapolsek Sirimau AKP. M. Kamal.

Dalam pelaksanaan eksekusi pihak tergugat  Willy Gasperz dan 5  orang keluarganya mendatangi kuasa hukum Penggugat dan Panitra PN Ambon untuk menanyakan batas lahan eksekusi karena  proses eksekusi tidak sesuai dengan pengembalian batas lahan oleh BPN Kota Ambon (melebihi tanah lainnya) sehingga sempat terjadi adu argument antara kedua pihak namun dapat dimediasi oleh pihak Kepolisian dan  tidak menghambat jalannya eksekusi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar