Hubungan Aboru-Hulaliu Memanas, Polisi Diminta Usut Sumber Ledakan Dan Rentetan Tembakan

KBRN, AMBON : Hubungan antara dua negeri bertetangga Aboru dan Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah kembali memanas. Dua negeri yang hanya berjarak 8 Km  ini memang memiliki catatan bertikai sejak lama 

Bunyi rentetan tembakan dan ledakan bom, sesekali terdengar diperbatasan kedua desa, sejak Jumat hingga Sabtu (14/1/2022). Kedua warga juga bersiaga di perbatasan negeri masing-masing, karena mendengar informasi akan adanya penyerangan dari salah satu pihak.

Menariknya, Kapolsek Pulau Haruku, AKP Subhan Amin yang dikonfirmasi melalui whatsapp mengatakan tidak ada kekacauan dan situasi aman terkendali.

“Tidak ada kacau aman terkendali,”tulis Subhan singkat.

Sementara itu, salah satu tokoh pemuda Aboru, Elly Matuankotta yang dikonfirmasi via ponsel, Minggu (15/1/2022) sore meminta agar polisi mengusut pelaku peledakan bom dan rentetan tembakan senjata yang terdengar di perbatasan.

“Kami minta agar polisi mengusut  sumber ledakan bom dan rentetan tembakan. Kami menduga sumber ledakan dan tembakan dari area perbatasan,”ucapnya.

Elly juga membantah rentetan tembakan dan ledakan bom dilakukan oleh warga Aboru. 

“Dari informasi yang beredar, bom dan tembakan  itu dilepaskan oleh warga Aboru, padahal kami mendengar asal bunyi rentetan tembakan  dari perbatasan. Bahkan ibu pendeta yang sengaja datang ke lokasi para pemuda berjaga-jaga untuk menyampaikan teguran karena mendengar informasi sepihak, akhirnya mendengar secara langsung sumber ledakan dan tembakan yang memang bukan dari Aboru,”ujarnya.

Diakuinya, warga  Aboru hanya berjaga-jaga di lokasi  rumah kebun milik Noce Saiya yang dibakar oleh orang tak dikenal. Rumah tersebut terbakar Jumat Sore, setelah terdengar ledakan.  Diduga, ada pihak-pihak yang sengaja meledakan rumah tersebut hingga terbakar.

Awal mula   kembali memanasnya hubungan kedua negeri ini menurut  Elly, berawal dari pemukulan terhadap dua warga Aboru, Butje Teterisa dan Alias Sinay, pada 30 November 2021 lalu di  jalan dekat tempat wisata di Negeri Hulaliu. Pelaku yang menganiaya menggunakan penutup wajah carpus, sehingga sulit dikenali.

“Menurut informasi, ada pemukulan terhadap dua pemuda yang datang ke Hulaliu untuk membeli sagu. Keduanya berboncengan pake motor dan dipukul sekitar pukul 18.00 Wit, menggunakan rep kayu di kepala. Yang parah itu  Butje Teterissa, karena kena di muka hingga berdarah,”jelasnya.

Meskipun ada orang lain di lokasi tersebut, menurut pengakuan korban tidak ada yang datang menolong.  Keduanya ditolong oleh tokoh agama, pendeta setempat. Setelah dibantu, anggota Polsek  Haruku juga ikut  membawa korban untuk dirawat di RS Pelauw. Korban hanya dirawat sebentar  lalu dipulangkan.  Padahal lanjut Elly, menurut pengakuan keluarga, wajah korban masih bengkak dan bila bergerak masih mengeluarkan darah.

Peristiwa ini juga menimbulkan kemarahan dari warga Aboru, karena pelaku belum juga ditangkap oleh pihak kepolisian setempat hingga saat ini.  

Upaya lain juga ditempuh oleh kedua negeri untuk menemukan pelaku, dengan kesepakatan  melakukan pergumulan (doa) oleh pendeta Hulaliu dan Aboru bersama majelis jemaat di lokasi kejadian. Namun ternyata   waktu pelaksanaan tiba, ada terjadi blokir  jalan dengan menggunakan batang pohon di  ruas jalan menuju Hulaliu, sehingga  keberangkatan ke Hulaliu dibatalkan. 

Upaya mediasi juga sudah dilakukan oleh Camat  setempat dengan kedua raja di Negeri Pelauw, namun tidak membuahkan hasil. Pihak keluarga juga bersikeras agar pelaku pemukulan harus ditangkap, untuk memberikan efek jera bagi yang lain.

“Keluarga hanya minta agar pihak kepolisian bergerak cepat untuk menemukan pelaku pemukulan. Jangan sampai kondisi ini dipakai oleh pihak ketiga untuk memprovokasi dengan tujuan membuat keributan,”tegasnya. 

Pihak Negeri Abrou juga  rencaannya akan bertemu dengan Kapolsek setempat dan pendeta Hulaliu, namun  peristiwa terbakarnya rumah kebun milik warga Aboru disertai  bunyi rentetan tembakan,  membuat pertemuan urung dilakukan. 

Elly juga menegaskan, agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dan dimediasi,  sehingga tidak berkepanjangan. Dia juga menilai ada upaya membangun image yang jelek terhadap Negeri Aboru.  Hal ini dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dengan menghembuskan informasi tidak benar dan mengkambinghitamkan Negeri Aboru sebagai pelaku yang mengeluarkan tembakan dan bom.

 “Situasi saat ini, masih ada blokir jalan dan warga masih berjaga-jaga di negeri masing-masing. Kami hanya menginginkan agar polisi bergerak cepat untuk menemukan pelaku pemukulan dan pihak-pihak yang memperparah kondisi dengan melepaskan rentetan  tembakan. 

“Tujuannya adalah untuk menghentikan berlanjutnya tindakan kekerasan oleh kedua belah pihak. Siapapun yang melakukan pelanggaran, dapat ditindak,”pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar