Ditengah Masyarakat Bumey-TNS, Mahasiswa KKN LIII UKIM Ciptakan Masyarakat Taat Hukum

KBRN, AMBON : Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai salah satu dharma bakti pengabdian Perguruan Tinggi kepada masyarakat. Hal ini dilakukan, Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) di sejumlah desa yang ada di Provinsi Maluku.

Salah satu kelompok KKN-PPM UKIM Angkatan LIII (ke-53) hadir ditengah Desa Bumey, Kecamatan TNS, Kabupaten Maluku Tengah. Serangkaian program KKN diimplementasikan, bersama instruktur mereka, Jessica Haniel Picauly, SH.MH kepada masyarakat disana. 

Kehadiran mereka disambut hangat oleh, Raja Negeri Bumey, Lodewik Koknusa bersama staf Pemerintahan dan seluruh masyarakat di Negeri penghasil ikan itu.

Menurut Jessica Haniel Picauly, SH.MH selaku Istrukrur mahasiswa KKN di Negeri Bumey, ini merupakan suatu wujud  kewajiban mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh dilingkungan perguruan tinggi dalam membantu masyarakat guna meningkatkan pembangunan nasional menuju masyarakat yang sejatra.  

Lewat hal tersebut, kata dia, mahasiswa diberi  kesempatan menggelar penyuluhan dan sosialisasi bagi masyarakat setempat. Sosialisasi dilakukan dengan membagikan Leaflet dan kuesioner. Bahkan, sosialisasi yang digelar disesuaikan dengan masalah – masalah yang terjadi atau nyata yang dihadapi Pemerintah Negeri Bumey dan masyarakatnya. 

Lebih lanjut, Jessica menyebut, sosialisasi yang digelar 26 November dan Minggu 28 November 2021 ini bertemekan "Membangun kesadaran hukum masyarakat melalui penyuluhan hukum dan program – program Mahasiswa KKN-PPM LIII UKIM" 

Dalam paparannya, Dosen Pidana pada Fakultas Hukum UKIM Ambon ini menjelaskan, pentingnya  membangun kesadaran hukum dengan meningkatkan pengetahuan terkait dengan aturan hukum yang ada. Termasuk, cara membangun kesadaran masyarakat untuk melindungi diri sendiri, dan orang terdekat dari mengglobalnya virus covid- 19. 

"Kita juga mengajak masyarakat yang berada di Bumey untuk melakukan vaksinasi covid- 19, dan mengajak masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar tidak tercemar dan memberikan dampak buruk bagi lingkungan, serta meningkatakan kesadaran hukum dalam menjaga dan memperbaiki pola perilaku yang baik. Sehingga tidak menimbulkan lebel negetif, melihat dari persoalan hukum sebagai perilaku," ungkap Jessica lewat rilisnya yang diterima media ini, Senin (29/11/2021). 

Dikatakannya, giat yang dilakukan tentu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hukum, dan dan taat terhadap hukum itu sendiri. 

"Dengan begitu angka kejahatan semakin berkurang, lingkungan semakin bersih dan masyarakat tetap sehat di masa pandemi, sehingga berdampak positif bagi pembangunan nasional dengan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat,"pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar