Ornamen Natal Hiasi Kota Ambon

KBRN, Ambon : Ditengah masa raya Adventus menjelang perayaan Natal 25 Desember 2021, sejumlah ornamen mulai menjamur, menerangi  sepanjang jalan, mulai dari pusat kota dan sangat memanjakan mata masyarakat.

Pantauan RRI, Minggu (28/11/2021), sejumlah ornamen yang dihiasi lampu hias seperti pohon natal, lampion natal hingga taman yang menyajikan palungan tempat Yesus dilahirkan turut menjadi pemandangan menarik, bahkan dijadikan sebagai background masyarakat berfoto ria.

Maria (35), salah satu warga mengaku, tahun ini nuansa Natal sangat terasa dibandingkan tahun lalu. Suasananya  terasa meriah, apalagi dimanjakan dengan berbagai pernak-pernik/ornamen natal sepanjang jalan. 

Ia harapkan, pandemi Covid-19 kian melandai agar nantinya ibadah perayaan Natal dapat kembali dilaksanakan di gereja, dan sukacita natal tetap dirasakan semua orang.

"Tahun ini suasananya luar biasa, di malam hari sepanjang jalan dihiasi lampu natal dan memanjakan mata. Semoga Covid kian melandai dan berakhir, agar di tahun-tahun selanjutnya suasana seperti ini kembali dirasakan," ujarnya.

Sementara itu, ditengah sukacita menyambut perayaan Natal Kristus 25 Desember 2021, Majelis Pekerja Harian Sinode GPM dalam seruan adventus natal yang ditanndatangani oleh Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. Elifas Maspaitella, mengingatkan warga gereja agar tetap menaati protokol kesehatan, sebab ketangguhan komunitas membuat warga gereja dapat beradaptasi dengan situasi saat ini. 

Disisi lain, hantaman pandemi Covid-19 harus bisa melahirkan teologi pengaharapan di kalangan jemaat dan masyarakat.

Tahun ini tema perayaan Natal yakni "Merayakan Natal dengan Rendah Hati dan Setia (Matius 1:18-25)". Tema ini mau menegaskan  bahwa selaku orang percaya, umat dan para pelayan mesti memiliki kerendahan hati dan tetap setia kepada kehendak Allah (Firman Allah) walaupun hidup di tengah berbagai krisis. 

Selain itu harus memperkuat komitmen pelayanan, hidup saling  menghormati dan saling berbagi dengan kaum miskin dan lemah (yang terpapar atau terdampak Covid, para janda, duda, anak yatim, piatu, yatim piatu, kaum disabilitas, para pemulung, korban bencana alam, dan mereka yang mengalami situasi tidak beruntung karena berbagai-bagai alasan), serta ikut serta menuntaskan masalah-masalah sosial, dan bergiat dalam upaya-upaya pendampingan/advokasi, pemulihan dan pemberdayaan, sehingga melalui kehadiran gereja, misi Kerajaan Allah boleh tergenapi yakni kasih, sukacita, keadilan, kebaikan, damai sejahtera dan kesejahteraan bagi seluruh semesta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar