FOKUS: #TANGGAP BENCANA ALAM

MCC Bersama Komunitas Muda Banda, akan Lakukan Aksi Bersih Panti di Hari Sumpah Pemuda

KBRN, Ambon: Kendati ancaman kerusakan terutama untuk laut semakin meningkat. Tekanan demi tekanan terhadap laut terus terjadi, yang dapat menyebabkan sumber daya laut akan semakin habis dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Mendorong anak-anak muda Indonesia melakukan berbagai aksi dalam membersihkan dan melestarikan lingkungan dari sampah. 

Aksi menjaga lingkungan bersih dari sampah juga akan dilakukan di pantai Pulai Nailaka, Rhun Kepulauan banda Kabupaten Maluku Tengah, pada 28 Oktober 2021 bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda ke 93 tahun. 

Ketua Komunitas Molucas Coastal Care, Stefany Salhuteru kepada RRI.CO.ID menjelaskan, aksi tersebut diinisiasi oleh komunitas Econusa, penjaga laut juga anak muda di seluruh indonesia.

"Jadi kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober besok di 76 titik diseluruh indonesia,"kata Salhuteru, Rabu (27/10/2021).

Menurutnya, yang menjadi latar belakang digelarnya aksi tersebut adalah, karena saat ini krisis iklim mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, khususnya di pulau-pulau kecil. Permukaan laut semakin tinggi, pemutihan terumbu karang semakin meluas, dan deforestasi lahan mangrove yang membentengi dari bencana sudah kian mengkhawatirkan.

Bila tidak dicegah maka lambat laun akan memperparah kondisi sumber daya alam yang ada di Indonesia terutama dari sektor kelautan.

"Para Penjaga Laut akan melakukan aksi bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat pada 28 Oktober 2021 dengan mengambil 76 titik sebagai lokasi kegiatan diseluruh Indonesia,"tuturnya.

Dikatakan, aksi nyata bersama 76 titik seluruh Indonesia merupakan langkah nyata dalam menguatkan upaya perlindungan terhadap sumber daya alam khususnya sektor kelautan dan memperlambat terjadinya krisis iklim yang lebih buruk.

"Ini memang langkah kecil yang dilakukan, namun dari kegiatan ini diharapkan kesadaran dan kepedulian akan semakin meningkat terutama dalam menjaga laut Indonesia, terutama kaum muda, sehingga dapat melakukan bersih pantai, tanam mangrove, dan rehabilitasi terumbu karang,"harap Salhuteru.

Salhuteru mengaku memilih pantai Neilaka karena lokasi tersebut berada di pulau kecil tidak berpenghuni (cukup jauh dari pusat Kota Banda) yang memiliki peluang besar untuk pengembangan pariwisata, namun kenyataannya Pulau Nailaka banyak dipenuhi dengan sampah plastik.

"Aksi ini kami lakukan bersama-sama dengan pemuda di Pulau Banda, kolaborasi dengan Komunitas Muda banda Belgica Go Green, sebagai bentuk edukasi dan juga komitmen bersama untuk menjaga Pulau Nailaka dari ancaman sampah plastik,"akuinya..

Salhuteru yang juga sebagai koordinator AksiMudaJagaIklim di Banda mengatakan, edukasi yang mau disampaikan dengan adanya aksi ini adalah memberitahukan keberadaan sampah plastik di laut. Karena sampah plastik bisa berpengaruh pada keseimbangan karbon yang terjadi secara alami di laut.

"Bila sampah plastik hancur menjadi mikroplastik dan ini tak ditanggulangi maka fungsi laut sebagi penyimpan karbon secara biologi tersebut bisa berhenti, jelas Stefany Salhuteru. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00