Gabriela : Oknum Penyidik Polda Maluku JS Ikut Lakukan Upaya Pemerasan

KBRN, AMBON : Belum juga berhenti,  Gabriela Tirajoh, Istri dari Alm.Adi Yoana, salah satu kontraktor asal Surabaya  kembali buka suara.

Gabriela yang telah ditetapkan sebagai tersangka bersama almarhum suaminya ini,  masih  tetap membuka borok di lingkup Ditreskrimum Polda Maluku. 

Bila sebelumnya Direktur Reskrimum Polda Maluku, Kombes Sih Harno yang disebut menjadikan alm suaminya sebagai ATM, kini Gabriela membuka tabiat  tidak terpuji oknum penyidik lainnya.

Penyidik di Ditreskrimum Polda Maluku berinisial JS  disebutnya  turut meminta duit ke Alm.Adi Yoana. Uang yang diminta JS kabarnya untuk mempercepat  proses kasus yang dilaporkan Adi Yoana (Suami Gabriela). 

Gabriela kepada media ini via selulernya, Jumat (22/10/2021) mengaku, JS meminta duit sebesar Rp. 25 juta. Namun  permintaan JS itu tidak dikabulkan oleh suaminya.

"Jadi Pak Jonatan Sutrisno itu dulu pada bulan Desember tahun lalu itu meminta uang sejumlah 25 juta tapi pak  Adi (Suami Gabriela) tidak kasih. Trus kalau tidak kasih kasusnya tidak jalan. Tapi pa Adi tidak dikasih. Jadi disini saya mau minta keadilan terhadap suami saya," tandas Gabriela. 

Sementara berkaitan dengan statusnya, yang kabarnya sudah ditetapkan sebagai tersangka, ia mengaku belum mengetahui. Bahkan, wanita berusia 26 tahun itu mengatakan  belum pernah diperiksa sama sekali oleh Polda Maluku (Penydik Ditreskrimum). 

Kata dia, ia pernah disurati untuk diperiksa, namun tidak hadir. Karena saat itu, alamarhum (suaminya) sakit saat itu. 

"Panggilannya tu tahun ini, bulannya sudah saya tidak ingat. Karena saat itu bapak lagi sakit. Jadi bagaimana saya mau ditetapkan sebagai tersangka kalau saya belum diperiksa. Saya belum pernah di BAP sama sekali," kata Gabriela. 

Ia mengatakan, kasus itu berawal dari Desa lokasi proyek pekerjaan lampu jalan di Namlea, Kabupaten Buru ia sempat melaporkan ke Mabes Polri, karena di kasus tersebut diduga Polisi sudah medapatkan uang sebesar Rp. 2.500.000,- dari yang melaporkan. 

"Dan kasus itu perdata bukan pidana. Karena itu tidak sesuai kontrak (Proyek pekerjaan). Saya dipanggil meski belum diperiksa, itu terkait lampu jalan di Namlea. Memang sudah ada pembayaran, tapi itu masih ada tenggang waktu namun dari Desanya pasang lampu lain tanpa sepengetahuan dari perusahaan. Jadi untuk pa Adi ditetapkan sebagai tersngka saya juga tidak tau karena ini persoalan bisnis antara pak Adi dengan kontrakror yang satu. Tapi setau saya itu sudah ada pembayaran. Bukti tranfernya ada kok," terang dia. 

Sementara Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M Rum Ohoirat kepada wartawan mengatakan, apa yang ditudingkan Gabriela silakan dibuktikan. 

"Tapi kalau tidak benar, ya kita juga jangan menghukum orang yang tidak bersalah. Termasuk Ibu Gabriela. Kalau Ibu Gabriela merasa dia itu tidak bersalah maka diharapkan datang untuk mengklarifikasi, memberikan keterangan," tukasnya. 

Sehari sebelumnya, Gabriela yang sudah ditinggal meninggal  oleh suaminya ini menuturkan,  perkenalan   alm suaminya Adi Yoana dengan Sih Harno diawali dengan laporan yang dimasukkan suaminya ke Polda Maluku.

Laporan itu terkait dengan  permasalahan pembangunan Lampu Jalan di Kota Namlea, Kabupaten Buru ke Polda Maluku, sejak Desember 2019 lalu.

Saat itu, proyeknya sudah selesai dikerjakan,  namun anggarannya  belum juga  dibayarkan  kepada suaminya selaku kontraktor di  proyek tersebut.

"Dari situ, suami saya lapor ke Polda Maluku, di sana, Pak Dir (Sih Harno)  ini minta kita mediasi bersama  pihak-pihak terkait,"ungkapnya  saat menghubungi Wartawan  di Ambon, Rabu (20/10) malam.

Hasil mediasi, lanjut  Gabriela, uang proyek sebesar Rp.700 juta harus diberikan kepada Alm  Adi. 

Namun faktanya, suaminya  hanya menerima uang  sebesar Rp.400 juta, sedangkan  sisa Rp.300 juta  tidak diserahkan.

"Sisa uang  Rp 300 juta tidak diserahkan  kepada suami saya. Menurut suami, uang itu pak Dir sudah ambil bagi-bagi kepada anggotanya," ucapnya.

Kata dia,  dari permasalahan awal itu, membuat Sih Harno mengenal almarhum. Kemudian, seiring berjalannya waktu, ada sejumlah proyek  yang dikerjakan Alm.Adi Yoana, di Provinsi Maluku mendapat sorotan , sehingga dilaporkan ke Polda Maluku.

Dengan kasus ini, Gabriela mengakui suaminya telah dimanfaatkan.

"Jadi setiap kali Pak Dir hubungi suami saya melalui WA (WhatsApp), tetap saja minta sesuatu. Kadang  uang, ada juga barang yang di beli. Bahkan pernah saya disuruh almarhum untuk beli Sepeda Lipat untuk  Dia (Sih Harno), seharga Rp.15 juta," bebernya.

Bukan hanya itu, lanjut dia, almarhum juga  pernah disuruh  membayar biaya hotel   Sih Harno dan menanggung  biaya tiket pesawat penyidik ke Namlea  dengan tujuan melihat langsung keadaan lampu jalan di sana.

"Suami saya itu diperas habis-habisan oleh pak Dir. Saya akan meminta agar uang saya itu dikembalikan," tegasnya.

Jika ditotalkan, tambah dia, jumlah  uang yang diserahkan kepada Direktur Sih Harno sudah  mencapai ratusan juta.

"Pokoknya ada ratusan juta yang dia minta. Padahal  dia itu Polisi, tidak melindungi masyarakat namun buat susah masyarakat. Dan akibat dari peras-peras suami saya itu, suami saya langsung kena serangan jantung dan meninggal dunia," tukasnya.

Direktur Ditreskrimum Polda Maluku, Kombes Pol. Sih Harno  yang dikonfirmasi terpisah membantah tudingan tersebut. 

Dia bahkan memprsilahkan  Gabriela untuk membuktikan tudingannya.

"Silakan dibuktikan," ucap Sih Harno  sambil tertawa melalui sambungan selulernya. 

Dia mengakui ,  saat ini juga sedang menangani kasus Gabriela istri dari alm.Adi Yoana yang  dua-duanya  jadi tersangka. 

"Istrinya (Gabriela) juga tersangka. Suaminya sudah meninggal. Jadi ada dua kasus, laporan masyarakat terkait proyek lampu jalan di Namlea. Jadi kita profesional. Taat hukumlah. Kalau apa yang diomongin itu silahkan dibuktikan," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00