Pencarian Naruto Dilanjutkan Tim Sar

KBRN, AMBON : Proses pencarian terhadap Askar Malik alias Naruto belum membuahkan hasil. Oprasi Pencarian yang dilakukan Tim Sar Ambon sudah masuk hari ke enam pasca korban terhanyut banjir saat hujan yang mengguyur Pulau Ambon sejak malam hingga Kamis (23/9/2021) saat itu.  Kejadiaan naas itu tepat di Sungai Desa Ahuru, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. 

Kepala Basarnas Ambon, Mustari yang dikonfirmasi, Selasa (28/9/2021) mengaku, proses pencarian terhadap Naruto masih terus dilakukan. "Iya. Masih lanjut hari ke 6," ungkap Mustari kepada RRI.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, dua anak juga menjadi korban terseret banjir di lokasi berbeda, Kamis sore. 

Satu anak yang diketahui bernama Acim berhasil selamat, karena  bertahan di besi  dekat bibir kali Ahuru, sedangkan korban lainnya  Naruso (7) di kawasan THR II Ahuru,  masih dalam proses pencarian.

Acim  diduga terpeleset sehingga masuk ke kali, dan terseret arus yang deras, sekira pukul 17.00 Wit.

Beruntung, bocah laki-laki ini berhasil menggapai besi di tepian  kali untuk bertahan. Acim diperkirakan bertahan selama 30 menit, disaat ketinggian air terus meningkat.  Dia berhasil  ditemukan warga dan   langsung diselamatkan.

“Korbannya  selamat, dan bertahan sekira 30 menit. Pengakuannya terpeleset dan terseret banjir.  Sekarang sudah dibawa pulang,” kata salah satu warga.

Sedangkan korban lainnya, Naruso (7) terseret banjir di THR II, Ahuru, Desa Batumerah belum berhasil ditemukan, meskipun telah dicarai warga.  

Korban diduga bermain didekat aliran sungai saat hujan deras.  Selang beberapa saat,  kakaknya mendapat  kabar dari warga , kalau adiknya telah terbawa derasnya aliran sungai.

“Ada yang telepon kalau adik saya terbawa arus air banjir. Saya langsung lapor ke orang tua,” kata kakak korban kepada wartawan di lokasi kejadian.

Proses pencarian  dilakukan warga hingga ke hulu sungai, namun terhalang derasnya aliran sungai.   

“Air sangat deras. Warga masih melakukan pencarian hingga Kampung Rinjani. Kita terhalang kondisi derasnya air. Makanya pemantuan masih terus dilakukan warga,” ungkap salah satu warga. 

Berdasarkan data hingga Kamis sore, banjir juga terjadi di beberapa wilayah di Kota Ambon. Seperti Batumerah, Skip, Ahuru, Ponegoro, Airmata Cina, Jalan AY Patty, Jalan Sam Ratulangi, dan Jalan Jos Sodarso.  Banjir mulai merendam sejumlah rumah warga sejak pukul 17.00 Wit. 

Air sungai mengalir masuk pemukiman melalui lubang-lubang pembuangan di sepanjang Talud yang dibuat warga.Ketinggian air di Sai Batu Gajah diperkirakan sekitar 20 hingga 30 centimeter dari permukaan. 

Demikian juga di Skip, hingga di Kadewatan. Sementara di ruas-ruas jalan utama di Kota Ambon, seperti biasanya banjir  terjadi karena buruknya drainase.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00