Dukung Promosi Iptek, LIPI Harus Perkuat Hubungan dengan Media

KBRN,Ambon: Pelaksana Tugas Kepala Pusat Penilitian Laut Dalam(PPLD) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)Ambon, Dr Nugroho D Hananto sepakat bahwa LIPI perlu lebih meningkatkan expose hasil penelitiannya melalui media massa.

Dari harapan itulah, PPLD LIPI Ambon menggelar Diskusi Terpumpun pada Kamis (29/7/2021). Diskusi secara virtual ini mengusung topik "Pentingnya Komunikasi Sains & Peran Media Komunikasi Dalam Penyebarluasan Hasil-hasil Penelitian".

Selain itu, diskusi juga untuk mengetahui bagaimana cara dan teknik pemanfaatan media informasi dalam penyebarluasan hasil-hasil penelitian LIPI sebagai sarana promosi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek)

Dikatakan Nugroho, selama ini LIPI menunjukkan karya peneliti yang berpartisipasi aktif untuk mendukung pembangunan. Dengan demikian, dari diskusi ini bisa dilanjutkan menjadi kerja sama antara media massa termasuk pemerintah daerah.

Intan Suci Nurati Ph.D , Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI yang menjadi narasumber diskusi menyampaikan beberapa poin penting, salah satunya kerja sama hendaknya juga bisa membuka kesempatan bagi peneliti muda Indonesia untuk meningkatkan kemampuan riset melalui studi lanjut.

"Perlu ada join publication dalam kerja sama riset dan sebagainya,"singkat Intan.

Tampil sebagai narasumber diskusi, Kepala Bidang Pemberitaan RRI Ambon, Philip Sekewael menyarankan LIPI untuk lebih mengekspos hasil-hasil penelitian agar lebih tersosialisasikan ke masyarakat.Ia menandaskan, hasil riset LIPI selama ini belum menjadi mainstream bagi media maupun khalayak. Olehnya itu, perlu ada perubahan kebijakan dari para peneliti untuk terbuka menyampaikan hasil penelitiannya.

"Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat, peneliti disarankan menyampaikan hasil temuannya selain kepada jurnal penelitian, juga kepada pemerintah melalui media massa. Sayang  kan, kalau hasil penelitian itu hanya disimpan di dalam lemari,"sebut Sekewael.

Sekewael memberikan contoh di Maluku, banyak potensi. Disinilah LIPI wajib memainkan peran publikasi, agar masyarakat yang ada di pelosok negeri di Maluku utamanya di wilayah terpencil, juga ikut merasakan dampak positif dari apa yang dilakukan para peneliti.

Narasumber lainnya, Rian Anggoro, Kepala Biro Antara Maluku dan Maluku Utara ini menegaskan pula bahwa, membahasakan bahasa penelitian menjadi bahasa yang mudah dipahami adalah hal yang penting dalam mendukung promosi dan pemasyarakatan iptek LIPI.

"Kendala yang sering terjadi adalah jurnalis sering tidak familiar dengan dunia akademis, begitu juga sebaliknya. Ini harus segera diatasi,"imbuhnya.

Diskusi ini berjalan lancar melibatkan  jurnalis, peneliti serta akademisi di Ambon,  dipandu moderator Corry Y Manullang MSc dan Host, Dr Eng Muhammad Zain Tuakia. Keduanya merupakan Peneliti PPDL LIPI.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00