Kapal Perintis Tak Beroperasi Selama PPKM, Pulau-Pulau 3T Terisolir

KBRN, AMBON : Kebijakan penerapan PPKM untuk menghambat pandemi Covid-19 di Maluku, berdampak pada semua lini kehidupan.  Selain mempngaruhi ekonomi rakyat kecil, sejumlah  pulau  juga harus terisolir, khususnya daerah  Terdepan, Terpencil  Tertinggal (3T).  

Hal ini disebabkan karena sarana transportasi yang biasanya menyinggahi pulau-pulau kecil  yang berbatasan dengan negara tetangga ini juga ikut berhenti beroperasi. 

Selain itu,  warga juga kesulitan untuk memenuhi syarat perjalanan berupa surat  hasil rapid antigen dan sertifikat vaksin, karena tidak ada fasilitas tersebut didaerahnya. 

Tercatat  saat ini terdapat tujuh  kapal perintis yang  biasanya melayari  pulau – pulau di Maluku ikut dihentikan sementara operasinya  oleh PT. Pelni (Persero).

Padahal kapal perintis ini menjadi sarana angkutan warga ke pulau-pulau 3T yang biasanya sulit disinggahi kapal-kapal Pelni  berukuran besar. 

Manager Operasional PT. Pelni Ambon, Muhammad Assagaff menjelaskan, tujuh kapal perintis terpaksa tidak beroperasi karena  saat ini di Ambon tengah diterapkan PPKM yang akan berlangsung hingga 8 Agustus 2021 mendatang. Lima kapal perintis kata dia saat ini sedang berada di homebase Ambon, satu di Ternate dan satu lainnya di Saumlaki. 

" Penghentian beroperasinya kapal perintis Hingga tanggal 8 Agustus mendatang   sesuai dengan penerapan PPKM,"ungkapnya kemarin. 

Assagaf juga menyebutkan, sulitnya memenuhi persyaratan calon penumpang selama penerapan PPKM di Ambon juga menyebabkan kapal perintis terpaksa harus  berlabuh di homebasenya.  

Diakuinya, warga yang  memiliki tujuan Kota Ambon kebanyakan  sulit untuk memenuhi  syarat  berupa hasil rapid  antigen ataupun vaksin karena  tidak tersedia di daerahnya. 

"Kendalanya mereka belum ada prasarana untuk antigen,  demikian juga vaksin bagi mereka  yang masuk ke Ambon atau keluar Ambon, sehingga kita stopkan dulu. Karena PPKM itu wajibkan vaksin minimal satu kali, sebelum itu kan tidak ada, kalau antigen disana nggak ada kan paling tidak surat keterangan dokter, nah itu kita bisa maklumi lah,  atau disini kita lakukan antigen tapi kan vaksin nggak, schedulenya (jadwalnya) tidak pasti, tidak tersedia di pelabuhan,"terangnya.

Assagaff juga menegaskan, beroperasinya kembali kapal perintis  akan dilihat dari perkembangan PPKM di Ambon pada 8 Agustus mendatang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00