Laksanakan Penyisiran, Polisi Musnahkan Barang Milik Penambang Ilegal Di Gunung Botak

KBRN, AMBON : Polisi kembali melaksanakan penyisiran  di lokasi tambang emas tanpa ijin di kawasan  Gunung Botak Desa Persiapan Wamsait,  Kecamatan Waelata Kabuaten  Buru, Maluku. oleh Personil Polres Pulau Buru. 

Penyisiran dilakukan oleh Polsek Waeapo dan Koramil setempat,  dipimpin  Kasat Samapta Polres Pulau Buru,  Iptu J. R. Soplanit dan Kapolsek Waeapo Ipda Zainal. Penyisiran berlangsung  sejak pukul 12.00 Wit hingga 16.40 Wit, Rabu (28/7/2021). 

“Personil yang melakukan penyisiran terdiri dari Kasat Samapta Polres Pulau Buru bersama 15 Personil Sat Samapta polres Pulau Buru, Kapolsek Waeapo,  Ipda Zainal bersama 20 Personil Polsek Waeapo, 7 Personil Koramil Mako (Babinsa), 2 Personil Remob Kompi 3 yon A pelopor, 1 Personil intel Kodim 1506 Namlea,” ungkap  Paur Subbag Humas Polres Buru, Aipda Djamaludin lewat pesan whatsapp. 

Djamaludin menyebutkan, sebelum penyisiran, dilaksanakan  apel  yang dipimpin Kapolsek  Waeapo  untuk memberikan arahan dan SOP cara bertindak di lapangan. Tim gabungan kemudian dibagi menjadi dua kelompok.“Tim  pertama  di kawasan Gunung Botak  dipimpin oleh Kapolsek Waeapo  dan tim kedua penyisiran di sungai jalur B dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Pulau Buru,”ucap Djamaludin. 

Dari hasil penyisiran lanjut dia,  berhasil ditemukan sejumlah peralatan yang menandakan adanya aktifitas penambangan dengan metode rendaman, tenda tempat tinggal,  lubang galian,  tembak larut dan Dompeng. Barang-barang tersebut diduga telah ditinggalkan oleh para penambang  yang sebelumnya sempat melakukan aktifitas penambangan liar.

Juru bicara Polres Buru ini menjelaskan, barang- barang  berupa tenda dan peralatan penambangan telah langsung dimusnahkan agar tidak dapat digunakan kembali. 

Pihaknya juga telah menghimbu masyarakat  yang tinggal  berdekatan dengan kawasan tambang emas, agar tidak melakukan aktifitas penambangan atau memasuki areal tersebut. 

Patroli secara rutin dilokasi tambang emas gunung botak kata dia perlu dilakukan, untuk mengantisipasi adanya penambang yang kembali melakukan aktifitas. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00