Tanggapan Tak Etis Gubernur Maluku Atas Aksi Demo Mahasiswa Di Ambon

KBRN, AMBON : Gubernur Maluku,  Murad Ismail  kembali menjadi sorotan publik. Mantan Kakor Brimob Polri ini lagi-lagi tidak bisa menjaga omongan. 

Dihadapan publik, Gubernur Murad kembali mengeluarkan tanggapan kasar dan tidak etis  yang sangat tidak pantas  keluar dari mulut seorang pejabat publik.  Tanggapan ini disampaikan Gubernur Murad dalam sambutannya  saat  menyerahkan bantuan sosial beras dan sembako dari pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Maluku kepada masyarakat terdampak PPKM Mikro. 

Dia mengomentari aksi demo mahasiswa yang beberapa hari belakangan ini terjadi di Kota Ambon , sebagai bentuk penolakan PPKM Mikro yang berdampak pada ekonomi masyarakat kecil.

Mantan Kapolda Maluku ini mengatakan,  mereka-mereka yang terlibat dalam aksi demo tolak PPKM di Kota Ambon sehingga menimbulkan kerumunan, diikat saja dan dibuang ke laut. Murad bahkan sempat menyebut mereka yang demo dengan sebutan Kaskadu (jenis penyakit kulit).

“Jangan terpengaruh oleh itu apa, kaskadu kaskadu (kurap) itu yang cuma berapa ekor, tapi selalu buat…, sekali-sekali masyarakat Maluku kompak, kumpul la pukul mereka sampai t*i keluar dari pantat,” kata Murad dalam sambutannya di Paroki Katholik Maria Bintang Laut Senin, (26/7/2021).

Kalimat tak terduga dari Gubernur Murad ini mengingatkan kembali insiden makian kasar yang terkesan merendahkan martabat perempuan Maluku,  beberapa waktu lalu yang juga keluar dari mulutnya. 

Dalam tayangan langsung (live streaming) YouTube Diskominfo Provinsi Maluku berdurasi 15 menit 07 detik itu,  pada menit ke 8 detik ke-19, terdengar  suara Gubernur Maluku mengucapkan kata kata “Jangan terpengaruh oleh kaskadu kaskadu itu”.

Kemudian pada menit ke 8 detik 29, Gubernur kembali mengeluarkan kata kata yang kurang sopan.

Kata-kata yang kasar yang disampaikan oleh Gubernur Maluku dalam acara tersebut, terdengar jelas dalam siaran langsung atau live streaming Dinas Kominfo provinsi Maluku yang kini sudah tidak bisa siakses, namun porostimur.com masih sempat mengakses versi pendeknya.

Selain marah-marah dan berkata kasar, Murad juga  berpendapat, jika Pemkot Ambon berlakukan pengetatan aturan melalui PPKM itu bertujuan untuk menurunkan kasus Covid di Maluku. Sehingga masyarakat diminta patuhi aturan tersebut agar kasus Covid menurun.

“Yang PPKM ini hanya dua di Maluku, yakni, Ambon dan Kabupaten Kepulauan Aru. Jadi kalau di Ambon ada ketat-ketat, tolong diikuti saja sebentar. Kalau kita taat, kita ikut anjuran Kota Ambon berarti perkembangan Covid di Maluku ini akan segera menurun, tapi kalau pembatasan ini kita langgar, tidak ikuti dengan baik, tidak hindari kerumuman bahkan ada yang demo,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika ditilik dari perkembangan kasus Covid di Maluku sebulan terakhir ini, mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Kasus Covid-19 melonjak 50 persen atau sekitar tujuh ribu kasus menjadi 13 ribu di Maluku, begitu juga pasien meninggal yang melonjak 100 persen, menjadi 224 orang dari sebelumnya 109.

Kasus Covid-19 di bulan Juni 2021 hanya 7 ribu sekian, namun bulan Juli 2021 sudah 13 ribu. Naiknya sekitar 40 persen dan 109 bulan lalu, malah naiknya 100 persen.

“Kita harus patuh dan taat biar (kasus Covid) menurun dan yang meninggal tidak tambah,” tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00