Pawai Kemenangan Tanpa Masker Waspada Klaster Baru, Gustu Covid-19 Dinilai “Tidur”

KBRN, AMBON : Euforia merayakan kemenangan Tim Belanda  dengan pawai melibatkan ribuan warga  di Ambon, Maluku Selasa (22/6/2021) dinihari semakin mengkhawatirkan di tengah pandemi Covid-19. 

Ribuan warga yang spontan turun jalan ini masih tetap abai dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sebagian besar dari mereka tidak menggunakan masker. 

Menariknya, fenomena ini sudah terjadi berulangkali, namun belum  ada tindakan tegas yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Bahkan Gugus Tugas (Gustu) baik Provinsi maupun Kota Ambon, seakan “tidur” dengan kondisi yang terjadi di depan mata.

Padahal saat ini pemerintah tengah menyiapkan sejumlah hal untuk mengantisipasi terjadinya gelombang kedua Covid-19. Antisipasi ini dilakukan setelah sejumlah varian baru masuk ke Indonesia dan kasus Covid-19 cenderung meningkat.

Dari pantaun, pawai kembali terjadi saat Timnas Belanda berhasil menutup kiprah di Grup C Euro 2020 lewat kemenangan telak 3-0 atas Makedonia Utara di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Senin (21/6/2021).Kemenangan ini membawa Belanda melangkah ke 16 besar Euro 2020. Gol disumbangkan  Memphis Depay pada menit ke-24 dan  dua gol tambahan dipersembahkan Georginio Wijnaldum pada menit ke-51 dan 58.

Ribuan kendaraan  kembali membanjiri sejumlah ruas jalan Kota Ambon. Pawai ini didominasi kendaraan roda dua. Mereka mengibarkan bendera Belanda. Rupanya bukan hanya bendera Belanda saja bendera Jerman juga terlihat  di dalam pawai. 

Menyikapi hal tersebut, Bili Pesireron  salah satu mahasiswa Poltek Ambon meminta keseriusan Gustu dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Dia juga mengingatkan, saat ini Kota Ambon masih masuk dalam zona orange, jangan sampai dengan pawai yang dibiarkan terus terjadi, kembali tercipta klaster baru dan mengantarkan Kota Ambon kembali masuk zona merah.

“Aktifitas perkuliahan juga dibatasi karena wabah  Covid-19 demikian juga perekonomian di saat zona merah. Jangan sampai hal ini kembali terjadi,”ingatnya.

Dia juga meminta agar Gustu Covid-19 mengambil langkah, untuk tidak membiarkan euforia ini menjadi kebablasan sehingga masyarakat lupa dengan kondisi  yang dihadapi saat ini.

“Tugas Gustu untuk mengambil berbagai kebijakan dan berkoordinasi dengan aparat keamanan. Kewenangan itu ada pada mereka. Jangan tidur dan biarkan masyarakat lupa atas bahaya yang sedang mengintai,”pintanya.

Hal yang sama juga disampaikan warga Galala, Yulis Souhuken. Dia juga mengingatkan warga untuk tetap patuhi protokol kesehatan. 

Yulis mengaku sebagai fans berat tim oranye. Namun dia berharap, semua pihak harus tetap menjaga jarak dan mengenakan masker, karena kasus Covid-19 masih terus bertambah.

Dia juga meminta Gugus Tugas untuk mengambil berbagai langkah agar tidak tercipta klaster baru yang akan memperparah perekonomian Maluku.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00