1.042 Tenaga Guru Kontrak di Maluku Terlindungi BPJAMSOSTEK

KBRN, Ambon: Sebanyak 1.042 tenaga guru kontrak di Provinsi Maluku telah terdaftar ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK). 

Menindaklanjuti hal itu, BPJAMSOSTEK Cabang Maluku kembali menggelar sosialisasi kepada tenaga guru kontrak dan guru penugasan di Maluku yang berlangsung di Aula kantor Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Senin (21/6/2021).

Kepala BPJAMSOTEK Maluku, Mangasa Laurensius Oloan mengatakan, setiap peserta wajib mengetahui manfaat dari program perlindungan BPJAMSOSTEK, oleh karena itu dalam sosialisasi ini, dijelaskan terkait manfaat menjadi peserta.

"Kita perlu melakukan edukasi terkait manfaat program. Jadi mereka sudah di daftarkan sebagai peserta mereka juga harus tahu terkait manfaatnya,"kata Kacab BPJAMSOSTEK Maluku, Mangasa Laurensius Oloan, Senin (21/6/2021). 

Menurutnya, saat ini belum secara keseluruhan tenaga guru kontrak di Maluku didaftarkan sebagai peserta BPJAMSOSTEK, dimana 1.042 merupakan sebagian kecilnya. Oleh karena itu, pihaknya gencar lakukan edukasi disetiap sekolah yang didukung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Maluku dengan menyurati setiap sekolah di Maluku agar segera mendaftarkan tenaga pengajarnya baik guru kontrak maupun guru penugasan ke dalam program perlindungan BPJAMSOSTEK.

"Dinas sudah menyurati sekolah untuk mendaftarkan tenaga gurunya, karena belum semua terdaftar. Masih banyak yang belum, edukasi akan terus kami lakukan," tuturnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, mengatakan saat ini yang baru daftarkan ke program BPJAMSOSTEK adalah guru kontrak sementara guru sementara guru penugasan sementara dalam proses. 

"Karena guru kontrak ini dari pemerintah Provinsi yang bayar gajinya, sementara guru penugasan dibayar dari dana bos, jadi sementara kami proses,"kata Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Maluku.

Menurutnya, menjadi peserta BPJAMSOSTEK sangat penting, terlebih bagi tenaga guru penugasan, karena gaji yang diperoleh kecil sementara resiko pekerjaan mereka besar.

"Kami harap guru penugasan dapat segera menjadi peserta BPJAMSOSTEK agar dilindungi,"ungkapnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00