Hari Terakhir Relokasi Mandiri, Pedagang Mardika tak mau Pindah

KBRN, Ambon: Pemerintah kota Ambon kembali memberikan surat pemberitahuan kepada  para pedagang untuk segera melakukan relokasi mandiri ke pasar yang telah disediakan pemkot Ambon guna dilakukannya pembongkaran untuk kepentingan revitalisasi pasar Mardika.

Surat pemberitahuan yang ditandatangani oleh Asisten Pemerintahan Sekot Ambon, Elkyopas Silooy, menerangkan bahwa batas waktu relokasi mandiri sesuai pemberitahuan III yaitu tanggal 03 Juni 2021. Namun mengingat kondisi cuaca dan masalah teknis yang berdampak pada terganggunya proses relokasi, olehnya itu batas waktu relokasi mandiri diperpanjang hingga hari Ini, Selasa (22/06). Para pedagang yang masih menempati kios, los, dan lapak-lapak yang berada di gedung Pasar Mardika dan sekitarnya diharapkan kerjasama untuk segera melakukan relokasi mandiri.

Meski telah diberi surat pemberitahuan ke IV, pantauan RRI.co.id di pasar Mardika Selasa (22/06), akitifitas pedagang tetap berjalan normal dan belum ada tanda-tanda pedagang akan meninggalkan lokasi Mardika menuju lapak relokasi yang disediakan pemkot.

Poly (63), salah satu pedagang kepada RRI mengaku, tetap berjualan seperti biasa dan tidak akan meninggalkan pasar Mardika, jika pemerintah dalam hal ini Walikota Ambon, Richard Louhenapessy belum merealisasikan permintaan mereka untuk mendapatkan lokasi yang strategis menggantikan lokasi di Pasar Transit Passo.

Dikatakan, seluruh pedagang sangat mendukung pemerintah untuk merevitalisasi pasar menjadi lebih layak. Namun, pemerintah diharapkan memikirkan lokasi yang lebih baik, mengingat pasar Transit Passo sangat jauh, membutuhkan ongkos yang besar dan sepi dari pembeli.

"Kita masih tunggu janji Walikota, yang katanya akan mencari lokasi di pusat kota untuk menampung para pedagang sementara waktu, hingga revitalisasi selesai. Kami sangat mendukung program ini, hanya cari tempat yang layak bagi kami. Kami tidak mau pindah ke Passo," ujar Poly.

Ditambahkan, para pedagang bakal menggelar dagangan di badan jalan sebagai bentuk protes, jika permintaan mereka untuk mendapatkan lokasi yang lebih layak tidak ditanggapi dan dipenuhi pemerintah kota Ambon.

Sebelumnya, Walikota Ambon Richard Louhenapessy memastikan pembongkaran pasar Mardika tetap dilaksanakan dan prioritas pertama adalah gedung putih. Menurutnya, untuk mendapatkan sesuatu yang bagus, harus berkorban secara bersama, bukan hanya pemerintah tetapi juga masyarakat, karena setelah pembangunan rampung, pasar Mardika akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Ambon.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00