Jasmera Kembali Seruduk Kejati Maluku, "Keranda Tagop" Digotong

KBRN, AMBON : Jaringan Aksi Solidaritas Membela Rakyat (Jasmera) kembali menyeruduk Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menyuarakan kasus MTQ  Provisi Maluku yang digelar di Kabupaten Buru Selatan Tahun 2017 lalu. 

Aksi kali ini, wajah pendemo lebih banyak dari sebelumnya. Gunakan megaphone, pendemo yang dikordinatori oleh, Arham Soulisa hadir di kantor Kejati Maluku dengan mengotong Keranda mayat dengan melampirkan foto Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Soulisa. 

Mereka menyuarakan lembaga yang dipimpin, Rorogo Zega itu, untuk menegur tegas kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru yang tidak memanggil dan memeriksa Bupati Tagop yang dinilai sangat bertanggungjawab atas persoalan korupsi tersebut. 

"Kami mempertegas tuntutan kami. Bupati Tagop harus diperiksa. Sebagai Kepala Daerah tentu mengetahui persoalan yang merugikan negara tersebut," tegas pendemo. 

Selain Bupati, Arham Soulisa dan rekan-rekanya juga mendesak Kejati Maluku agar dapat memerintahkan Kejari Buru untuk kembali memeriksa Sekda Bursel, Iskandar Walla yang dalam kasus tersebut bertindak sebagai bendehara umum. 

Sekda Bursel, kata mereka, harus dijadikan tersangka bersama dua tersangka sebelumnya, Rusli Nurpata dan tersangka Sukri Muhammad. Kenapa demikian, akui pendemo, Idkandar Walla sangat mengetahui peruntukan dana MTQ Provinsi saat itu, yang menghasillan prodak tindak pidana korupsi. 

"Kita sudah sharing di Kejari Buru, dan sesuai pemberitaan media baru dua tersangka. Nah, bagi kami, tidak ada kepastian hukum disitu kalau saat ini Sekda Bursel dan Bupati tidak dimintai tanggungjawab hukum. Kita harap Kejati Maluku dapat mempertimbangkan tuntutan kami ini, dan segera memerintahkan Kejari Buru untuk melihat persoalan tersebut," pintah pendemo, yang langsung ditemui Asisten Intelejen Kejati Maluku, Muji Martopo. 

Martopo didepan perwakilan pendemo diruang loby Kejati Maluku berjanji, tuntutan Jasmera akan ditindaklanjuti olehnya. Kejati Maluku sendiri akan berkordinasi dengan Kejari Buru yang menangani kasus tersebut untuk menindaklanjuti tuntutan Jasmera. 

"Kita akan monitor. Tidak usa kuatir, kita akan kawal dan berkordinasi dengan Kejari Buru untuk melihat secara cermat persoalan ini. Tentu Bupati dan Sekda akan dilihat mereka nanti. Kita akan monitor itu. Kalau pun tersangka tentu penyidik butuh dua alat bukti yang cukup. Kita akan kawal bersama ya," ujar Martopo. 

Setelah penjelasan Asintel Kejati Maluku itu, pendemo langsung membubarkan diri dengab dikawal personil Kepolisian dari Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00