Biarkan Jasad ABK 11 Hari, Nakhoda KM Anugerah Berkat Dipolisikan

KBRN, AMBON : Perusahan  penangkapan ikan Anugerah Berkat yang beralamat di jalan Pakuwon City RT 007/RW 008 Kelurahan Kalisari, Kecamatan Milorejo, Surabaya akhirnya dipolisikan oleh keluarga ABK.

Nakhoda kapal ini,  Achong diduga telah membiarkan jasad salah satu ABK atas nama Anthonius  selama 11 hari di kapal.  Bahkan jenasah ABK tersebut rencananya akan dbuang ke laut, namun berhasil dicegah oleh rekan-rekan ABK lainnya.

Keluarga almarhum  lewat kuasa hukumnya, Ross Jeane Alfaris dan Yohanis Romodi Ngurmetan kepada media, kemarin  mengatakan  akan menempuh upaya hukum atas kelalaian yang terjadi. 

Berdasarkan keterangan keluarga,  almarhum menghembuskan nafas terakhir diatas KM Anugrah Berkat 1 tempatnya bekerja.  Sebelum meninggal, keluarga sempat melakukan komunikasi.   Almarhum  saat itu sempat mengeluh sakit, dan telah meminta agar dirinya diturunkan dari kapal untuk berobat, namun permohonan ditolak oleh pihak perusahaan dan juga Acong yang adalah nahkoda pada KM Anugrah Berkat 1. 

"Menurut keluarga almarhum, sesuai komunikasi dengan  almarhum beberapa waktu sebelum meninggal dunia,  diketahui  almarhum tengah sakit dan telah meminta agar  diturunkan dari kapal untuk  berobat namun ditolak, " jelas Alfaris.

Penolakan ini menyebabkan almarhum tidak menjalani perawatan medis sehingga meninggal diatas kapal. Ironisnya, setelah mengetahui  ada ABK yang meninggal,   Nahkoda  enggan menyinggahi pelabuhan terdekat. Bahkan Achong  berniat  membuang jenazah  ke laut,  namun  berhasil dicegah oleh rekan rekan ABK lainnya.

"Tindakan pihak perusahaan maupun nahkoda KM Anugrah Berkat 1 sangat kami sesalkan, karena awalnya korban sudah mengeluh sakit dan minta untuk pulang, tapi tidak ditanggai,”ungkap Alfaris.

Hal ini diperparah dengan sikap perusahan yang tidak memberitahukan keluarga,  kalau korban sudah meninggal.

"Kami melihat, pihak perusahaan maupun nahkoda diduga  telah melakukan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dalam hal ini klien kami Anthonius. Dan persoalan ini akan kami laporkan ke pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku, " tegas Alfaris.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00