Tempat Dagangan Takjil di Ambon Diawasi Satpol PP

KBRN, Ambon: Tempat jualan aneka makanan berbuka puasa (Takjil) yang tersebar di kawasan Waihaong, Batumerah, Waiheru hingga Wayame, Kota Ambon, menjadi fokus Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) karena menimbulkan kerumunan, jelang berbuka puasa.

Kepala Satpol PP Kota Ambon, Josias Pieter Loppies mengatakan, pengawasan yang dilakukan bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan yang berpotensi menyebarkan‎ Covid-19. Mengingat ada laporan masuk, jika pedagang hingga pembeli tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker hingga berkerumum bahkan menggangu kelancaran lalulintas.

Para petugas pun dibagi dalam beberapa kelompok, menuju lokasi yang dijadikan sebagai lapak dagangan takjil selama Ramadhan, guna memberikan himbauan bagi pedagang dan pembeli agar menerapkan protkes ditengah ancaman wabah Covid-19.

Dalam melakukan pengawasan hingga penertiban protkes tambah Loppies, pihaknya lebih mengutamakan pendekatan persuasif berupa sosialisasi saat kedapatan melakukan pelanggaran.

"Kita awasi disemua tempat dagangan takjil, mulai dari Waihaong, Batumerah, hingga Wayame. Ketika lakukan pendekatan persuasif melalui himbaua agar pedagang dan pembeli kedepankan protkes, mengingat Covid-19 masih mengancam," ujar Loppies.

 Pantauan RRI pada Jumat, (16/04) kerumunan mulai terlihat sekitar Pukul 15.30 WIT, dipenuhi kendaraan roda dua warga yang hendak membeli penganan menjelang tibanya waktu berbuka puasa.

Kawasan Batumerah yang menjadi langganan kemacetan pun, tampak diatur oleh aparat kepolisian guna kelancaran arus lalulintas.

Selain itu, aneka makanan hingga minuman yang menggugah selera, tampak berjejer dan siap diserbu masyarakat, mulai dari kue kering, kue basah, aneka gorengan hingga minuman dijajakan para pedagang dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 5.000/kue seperti asida. Sementara untuk aneka minuman dijual Rp 10.000

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00