Diasuh Bumneg, Rutong Produksi Pangan Lokal dalam Kemasan

KBRN, Ambon : Pemerintah Negeri Rutong Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon menggebrak dengan meluncurkan produk-produk makanan yang diolah dari pangan lokal. Produk-produk itu direncanakan akan dilounching pada Senin, 1 Maret 2021. 

Raja Negeri Rutong Reza Valdo Maspaitella memang lihai memanfaatkan potensi sumber daya alam yang terdapat di negerinya. Dia berobsesi mengolah sumber daya alam itu agar memiliki nilai lebih, higienis, praktis dan kekinian.

Pangan Rutong yang siap merambah pasar Kota Ambon dan sekitarnya antara lain Tepung Sagu dalam kemasan, Juz, Selai dan Wine Tomi Tomi, Juz Nenas dan beragam makanan kemasan seperti Mie Sagu Rutong dan Ikan Goreng Sambal Nenas.

Raja Negeri Rutong Reza Valdo Maspaitella dalam bincang-bincang singkat bersama RRI mengatakan, secara produk, Rutong memiliki banyak pilihan. Namun untuk langkah awal, pilihan dijatuhkan ke tanaman Sagu, karena populasinya masih berlimpah di Pulau Ambon.

Selain Sagu, Tomi Tomi dan Nenas juga menjadi pilihan, meski saat ini diakui, tanaman Tomi Tomi sudah jarang ditemukan di hutan-hutan pesisir. Namun untuk Nenas, populasinya cukup berlimpah sehingga bisa diolah menjadi beragam produk.

"Jadi pertama, Mie Sehat Sagu Rutong yang dikombinasikan seperti Mie Ayam, tetapi kita pakai ikan. Kedua adalah Ikan Goreng Saus Sambal Nenas karena potensi nenas yang begitu luar biasa di Rutong. Ini adalah 2 makanan kemasan yang akan kita pasarkan di Kota Ambon," terang Maspaitella.

Ditambahkan, ada satu kelompok yang saat ini sedang menyiapkan Jus Nenas untuk uji coba. Sama dengan produk olahan Tomi Tomi, juz ini masih dalam proses uji coba untuk melihat konsistensi rasanya, sambil menyiapkan pembotolan, branding dan uji klinis Balai POM.

"Sedangkan produk-produk lain yang terkait dengan Sagu dan Ikan, kita akan siapkan olahan-olahan turunannya menjadi produk-produk baru. Tapi inilah yang mungkin awal dari pada kuartal pertama tahun ini, yang akan kita luncurkan," jelas Maspaitella.

Soal SDM, kata Maspaitella, dirinya telah mendatangkan Chef (ahli memasak prpfesional) dari Bali untuk membina masyarakat maupun kelompok-kelompok usaha, sekaligus memberikan inspirasi dan motivasi.

"Beta bawa Chef dari Bali untuk memberikan pelatihan dan percontohan. Sebenarnya  orang dari Ambon bisa memberikan pelatihan, cuma seCara psikology, kalau bawa datang orang dari Bali, yang masyarakat tahu terkenal dengan restoran-restoran enaknya, tentu akan memberikan energi  yang berbeda," ungkap Maspaitella.

Ditanya tentang promosi, ia memastikan tidak ada masalah, karena Pemerintah Negeri Rutong siap bekerjasama dengan dinas terkait Kota Ambon dan Balai POM, bahkan tengah berproses dengan Bank Indonesia untuk bina UMKM.

"Kita berproses dengan Balai POM untuk mendapatkan sertifikasi halal agar produk-produk kita bisa dijual secara  luas ke luar Maluku dan menjangkau semua kalangan. Tapi  tahap pertama kita fokuskan pada Diaspora Rutong dan lingkungannya dulu di Kota Ambon, seterusnya sampai Diaspora Rutong  atau orang Ambon yang ada di Jakarta," ujar Maspaitella. 

Diakui Maspaitella, ketersediaan bahan baku adalah faktor penentu maju mundurnya sebuah usaha. Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, pihaknya telah melirik lahan tidur seluas 500 hektar sebagai lahan perkebunan Sagu, Tomi Tomi dan Nenas. 

Sejalan dengan itu, pihaknya akan menjajaki kerja sama dengan pemilik tanaman Sagu, Tomi Tomi dan Nenas di negeri-negeri Jazirah Leitimur dan Jazirah Leihitu. Melalui kerja sama itu diharapkan negeri-negeri sekitar akan mendapatkan manfaat dari pengembangan industri kecil di Rutong.

Ditegaskan, program diversifikasi pangan melalui pembentukan kelompok-kelompok usaha di Negeri Rutong, semuanya berada dalam naungan Badan Usaha Milik Negeri (Bumneg) atau Bumdes.

"Jadi, Bumneg Rutong ini kita jadikan sebagai induk usaha. Sedangkan unit-unit usaha itu adalah usaha bersama dengan masyarakat, semacam kemitraan begitu. Misalnya, Bumneg memiliki saham sekian persen, masyarakat memiliki sekian persen, supaya bukan Bumneg saja yang tambah besar, tapi juga masyarakat," urai Maspaitella.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00