FOKUS: #KASUS DANA BANSOS

Minyak Tanah Sulit Di Bula, DPRD Panggil Permata Hitam

KBRN, Bula : DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melalui Komisi B bakal memanggil manejemen PT Permata Hitam selaku pihak penyalur BBM Subsidi di Kota Bula guna mempertanyakan apa penyebab minyak tanah menjadi sulit ditemukan di kota ini selama kurun satu pekan terakhir. Langkah tersebut diambil menyusul wakil rakyat di komisi ini telah menerima banyak keluhan warga terkait sulitnya mendapat pasokan minyak tanah.

“Kami jadwalkan hari kamis akan memanggil PT Permata Hitam dan juga Dinas Kopperindag untuk mempertanyakan apa alasan minyak tanah di bula begini sulit. Sudah beberapa hari ini kami terus menampung keluhan warga,” ungkap Ketua Komisi, Ismail Rumbalifar kepada Radio Republik Indonesia di Bula, Selasa (05/01).

Politisi partai Golkar ini menjelaskan sebelumnya pihaknya juga telah berkoordinasi via telefon dengan manejemen PT Permata Hitam. Namun jawabnya stok minyak tanah di bula masih sangat stabil. Kecuali hari libur, dalam setiap satu hari lima ribu liter didistribusi di kota bula. Kendati demikian penjelasan pihak penyalur ini tidak bisa dengan serta merta membantah fakta yang terjadi di masyarakat.

Banyak warga terlihat sibuk masuk keluar komplek untuk mencari pasokan minyak tanah. Beberapa diantaranya bahkan sampai nekat menitip jerigen di kios-kios pengecer dengan harapan agar dapat kebagian begitu stoknya tersedia. Akibat kelangkaan ini harga minyak tanah juga seketika naik meroket dari semula Rp. 25 ribu per lima liter, kini menjadi Rp. 30 ribu sampai Rp. 35 ribu per lima liter.

Untuk mengantisipasi adanya permainan “kotor” dalam kegiatan distribusi BBM subsidi jenis minyak tanah ini, Dinas Kopperindag pada hari ini, Rabu (06/01) turun langsung melakukan inspeksi ke semua kios-kios pengecer yang ada di Kota Bula.

“Jika ada yang kedapatan bermain dengan harga tinggi, kami tidak segan-segan menarik rekomendasi penjualan minyak tanah subsidi yang mereka kantongi,” tegas Kepala Dinas, Adam Rumbalifar.

Dalam inspeksi ini pihaknya lanjut Adam ingin memastikan apakah kegiatan distrubusi minyak tanah subsisdi tersebut sudah sesuai mekansime atau tidak. Apakah distribusi merata ke semua pengecer? Ataukah sengaja ditimbun pihak-pihak tidak bertanggungjawab untuk mencari pundi keuntungan. (Pro/foto : Ilustrasi).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00