Ditengah Pandemi Covid-19, Harga Hewan Kurban Meroket

HEWAN KURBAN: Lokasi penjualan hewan kurban di kawasan Kebun Cengkeh, Desa Batumerah,Kecamatan Sirimau Kota Ambon

KBRN, Ambon: Jelang Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban,  harga sapi dan kambing di Kota Ambon, Provinsi Maluku mulai melonjak. Lonjakan itu mencapai hampir 50 persen dari harga normal.

Satu ekor sapi ukuran besar saat ini dijual Rp16 juta, naik dari harga tahun lalu, yang masih diharga Rp6 hingga Rp7 juta. Sementara kambing,  rata -rata dijual  Rp2.500 ribu hingga Rp3 juta per ekor, tergantung ukuran. Harga ini naik dari sebelumnya diharga Rp2 juta.

Pedagang sapi, Harly mengatakan, harga sapi dan kambing mulai melonjak sepekan ini. Seiring meningkatnya permintaan pasar.

Naiknya harga sapi dan kambing akui Harly, karena sulitnya pengiriman dari sentra peternakan di Namlea Pulau Buru. Dimasa Pandemi Covid - 19 saat ini, transportasi luar daerah ke Ambon terbatas. Bahkan diperketat, menyusul penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),"terang Harly di tempat penjualan hewan kurban, kawasan Kebun Cengkeh, Kota Ambon, Rabu (8/7/2020)

Tidak hanya itu, sopir truk dan pedagang hewan kurban wajib menjalani Rapid Tes dan harus mengeluarkan banyak biaya. Proses distribusi yang berbelit belit, ikut berimbas pada naiknya harga jual.

Dijelaskan Harly, sebelum sapi dikirimkan kepada pembeli, dilakukan pemeriksaan dokter hewan, rutin seminggu sekali. Hal itu dilakukan agar hewan terbebas dari penyakit. Sapi yang didatangkan dari luar kota juga wajib disertai surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari daerah asal untuk menjamin kemanan hewan.

Sementara itu, Muhklis pedagang  hewan kurban di Galunggung Kota Ambon menjelaskan, meskipun harga hewan kurban meningkat, namun

permintaan cukup tinggi. Kondisi ini dapat menutup kerugian selama Pandemi Covid-19. Sebelumnya, harga hewan kurban seperti sapi, sempat anjlok hingga 30 persen dari harga normal.

Saat Pandemi Covid- 19 penjualan hewan kurban terang Muhklis, tidak mengggunaka sistem online, karena pembeli harus datang dan melihat langsung kondisi hewan kurban yang akan dibeli.

"Jadi pembeli dan penjual  melakukan tatap muka, namun  tetap menggunakan masker dan jaga jarak saat melakukan tawar menawar,"tutupnya (SS).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00