Maluku Bergantung Pasok Bumbu Dapur dari Sulsel dan Jatim

KBRN, Ambon: Selama ini, Provinsi Maluku masih bergantung pasokan komoditas bumbu dapur seperti Bawang Merah termasuk Cabai dari Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Jawa Timur (Jatim).

Kondisi tersebut, diakui Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Noviarsano Manullang, berdampak signifikan bagi Maluku, dimana harga komoditas Bawang Merah maupun Cabai Keriting sering kali mengalami peningkatan.

"Harga Komoditas bumbu dapur sering kali naik turun. Dari catatan Bank Indonesia, kondisi inflasi di Maluku pada Juni 2020, utamanya disebabkan oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau, sebesar 1,76 persen secara bulanan.Namun demikian, inflasi bisa terkendali,"jelas Manullang, Selasa (8/7/2020)

Menurut Manullang, untuk kenaikan harga komoditas Bawang Merah, memang sudah terjadi pada sentra produksi di Sulawesi dan Jawa Timur. Tingginya harga komoditas tersebut, disebabkan oleh curah hujan tinggi yang menghambat volume produksi.

Faktor lain yang memicu harga kebutuhan pokok masyarakat Maluku tidak menentu, adalah sempat terjadi hambatan pada jalur distribusi bahan pokok menggunakan transportasi laut antar pulau di Maluku.

Ada keberatan sopir truk pengangkut bahan pokok atas biaya Rapid Test, sehingga mereka lebih memilih mogok kerja. 

Selain itu, berkurangnya frekuensi kapal angkut yang masuk ke Ambon, ikut berdampak pada minimnya stok kebutuhan masyarakat.

"Tapi Bank Indonesia tetap optimis, inflasi Provinsi Maluku sepanjang 2020, diperkirakan berada pada level rendah dan stabil,"tandasnya.

 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, senantiasa berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemprov Maluku dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Maluku, TPID Maluku, TPID Kota/Kabupaten se-Maluku, Satgas Pangan, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya untuk mengendalikan harga. 

Adapun pengendalian inflasi di Maluku dilakukan melalui strategi kebijakan 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif.(SS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00