Nelayan Takut Melaut

PASAR IKAN: Aktivitas pedagang ikan di Pasar Mardika Kota Ambon

KBRN,Ambon: Sejak beberapa hari terakhir ini, cuaca ekstrem melanda perairan Kota  Ambon, Provinsi Maluku. Ombak besar  disertai angin kencang  menyebabkan para nelayan tidak berani mencari ikan di laut.

Seperti yang dialami Mumin, salah satu nelayan di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Mumin lebih memilih untuk memperbaiki jaring rusak daripada memaksakan melaut. Sebab, dengan kondisi cuaca saat ini, sangat beresiko terjadinya kecelakaan laut.

“Saya harap cuaca segera normal agar segera bisa melaut,"harapnya, Rabu (1/7/2020).

Slelama tidak melaut, Mumin bersama nelayan lainnya mengisi waktu untuk memperbaiki mesin kapal. Itu dilakukan agar saat cuaca membaik bisa beroperasi kembali.

Ia berharap, cuaca buruk ini segera berakhir. Sebab, jika kondisi seperti ini berlangsung terus-menerus akan mengganggu pendapatan yang hanya diperoleh dari hasil tangkapan ikan di laut.

Kondisi cuaca laut yang memburuk , berdampak pada minumnya pasokan ikan segar ke pasar Tradisional Kota Ambon. Salah satu pedagang di Pasar Tradisional Mardika Kota Ambon,Wa Ode Ani mengaku, karena minimnya pasokan,  ikan yang dijual hampir semuanya ikan beku.

" Kalaupun ada ikan segar, harganya sangat mahal.  Harga ikan cakalang segar   ukuran sedang saat ini dijual per ekor  Rp100 ribu, naik dari sebelumnya Rp50 ribu,"ungkapnya

Sementara itu, Amnah pembeli di Pasar Tradisional  Mardika menyatakan, dengan kondisi saat ini ia lebih memilih membeli ikan asin, karena jauh lebih murah. Selain itu,  ikan asin juga bisa bertahan untuk dikonsumsi beberapa bulan kedepan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, sudah  menghimbau masyarakat Maluku mewaspadai gelombang tinggi dan angin kencang. Peringatan dini  berlaku 28 Juni pukul 09.00 WIT hingga 29 Juni 2020 pukul 09.00 WIT.

Gelombang 1,25-2,50 meter, berpeluang terjadi di Laut Seram Bagian Barat dan Timur, Perairan Pulau Buru, Perairan Ambon-Lease, Perairan Selatan Pulau Seram, Laut Banda selatan bagian barat dan timur, serta Perairan Kepulauan Sermata Leti.

Sedangkan gelombang mencapai 2,50-4,0 meter, berpeluang terjadi pada Laut Banda bagian Utara dan Timur, Perairan Kepulauan Babar, Perairan Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei, Perairan Kepulauan Aru serta Laut Arafura (SS).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00