Pastikan Stabilitas Harga, Mentan RI Pantau Pasar Mitra Tani di Ambon

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo, meninjau ketersediaan sembako di Pasar Mitra Tani Indonesia Center milik Dinas Ketahanan Pangan Maluku, Sabtu (40/5/2020). Pasar Mitra Tani ini berlokasi di Kebun Cengkeh, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon (syahirah)

KBRN, Ambon:  Menteri Pertanian atau Mentan Republik Indonesia (RI) Syahrul Yasin Limpo, Sabtu (30/5/2020) pagi, memantau Pasar Mitra Tani Indonesia Center  Maluku, milik Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, yang berlokasi di Kebun Cengkeh Desa Batumerah Kecamatan Sirimau  Kota  Ambon. Kunjungan Mentan, untuk memastikan dan menjamin ketersedian pasokan pangan, dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan pokok strategis  di Maluku, utamanya dimasa Pandemi Covid 19.

Dalam kesempatan tadi, Mentan juga membagikan sembako kepada ratusan warga kurang mampu yang terdampak Covid 19 .

"Hadirnya Pasar Mitra    Tani  ditengah Pendemi Covid-19, untuk memastikan agar harga dapat terjaga, dan berjalan normal,"singkat Politisi Nasdem ini.

Kehadiran Pasar Mitra  Tani ini lanjut Mentan, sekaligus  upaya Kementerian Pertanian untuk memberikan kemudahan pembeli mendapatkan 11 komoditas bahan pangan pokok, dengan harga terjangkau dan berkualitas.

Di Pasar Mitra Tani, dijual kebutuhan pokok seperti beras, Gula Putih, Cabe Rawit, Cabe Keriting, Bawang Merah , Bawang Putih, Daging Sapi, Daging  Ayam serta beras termasuk  sayuran hidroponik, telur dan lain sebagainya

Untuk harga  Gula Putih di  Pasar Mitra Tani, dijual hanya Rp10.000 per kilogram. Berbeda dengan harga pasar yang mencapai Rp13.000-Rp15 .000 per kilogram. Sementara beras asal petani dari Pulau Buru, dijual Rp9.500 per kilogram. Harga ini jauh lebih murah dari harga pasar yaitu  Rp11.000-Rp13.000 per kilogram.

Mentan berharap, masyarakat tidak khawatir dan panik.  Sebab, untuk saat ini ketersediaan sayur, beras dan bahan pangan selama beberapa bulan kedepan tetap aman dan terkendali.

" Kehadiran Pasar Mitra Tani ini bukan untuk mematikan usaha pedagang di pasar. Tapi, hanya untuk menstabilkan harga barang,"jelasnya

Sementara itu, Evert Leviari Kadir, salah satu warga Kelurahan Benteng Kota Ambon mengaku, keberadaan Pasar Mitra Tani sangat membantu masyarakat seperti dirinya, karena kebutuhan masyarakat yang dijual sangat murah.

"Pasar Mitra Tani ini kalau dapat  dibuka lagi oleh pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan Maluku di kecamatan lainnya di Kota Ambon, sehingga dapat menjangkau seluruh masyarakat,"sarannya.

Mentan dalam kunjungannya ke Pasar Mitra Tani , disambut antusias masyarakat yang sementara berbelanja. Dalam kunjungan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Mentan meminta masyarakat Maluku tetap mengonsumsi pangan lokal dan memberdayakan lahan sekitar.

Hadir ditengah kunjungan Mentan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Lutfi Rumbia serta staf dan Mantan Bupati Maluku Tengah, Abdullah Tuasikal.

Sesuai jadwal, dari Pasar Mitra Tani, Mentan melanjutkan kunjungan ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di Desa Poka,Kota Ambon, sekaligus meninjau   Bantuan Pemerintah Pusat berupa 100.000  anakan pala, serta   peternakan ayam milik petani di Desa Asilulu, Kabupaten Maluku Tengah.

Kemudian dari Desa Asilulu, menteri Mentan   mampir di  Desa Seith Kabupaten Maluku Tengah,  melihat langsung kebun bibit pala milik petani setempat dan  kembali ke Jakarta tepat pukul 15.15 WIT. (SS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00