Sebagian Pusat Perekonomian Sepi

KBRN, Ambon: Sejumlah pusat perbelanjaan yang ada di Kota Ambon, Ibu Kota Provinsi Maluku, usai Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah, masih tampak masih sepi dari aktivitas jual beli.

Seperti di kawasan pusat perbelanjaan Pasar Tradisional Gotong Royong, hingga lebaran Kelima Kamis (28/5/2020) masih banyak pedagang yang belum menggelar dagangan mereka. Hanya ada beberapa saja penjual yang tetap beraktivitas.Sementara pembeli jarang terlihat di pasar ini.

"Saya sengaja menjual sayuran. Siapa tahu pembelinya banyak, tetapi sudah beberapa jam baru ada dua orang yang membeli,"terang Ima (46), pedagang sayuran di Pasar Gotong Royong.

Diakui Ima, kondisi ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana hari kedua lebaran, pasar sudah ramai pembeli. Mungkin saja, wabah Covid-19 saat ini, pembeli lebih memilih belanja secara onlain atau belanja di swalayan.

Padahal, menjelang lebaran, aktivitas di pasar tersebut sangat ramai. Tampak warga mengabaikan larangan pemerintah untuk tidak berkumpul dan menjaga jarak.

"Mungkin pasar akan kembali ramai pekan depan,"ujarnya

Kondisi sama juga terlihat di Pasar Tagalaya Kota Ambon. Di pasar tradisional ini, banyak lapak dan toko pedagang pakaian dan makanan yang masih tutup. 

Namun suasana sedikit berbeda di Pasar Tradisional lainnya yaitu Pasar Mardika dan Pasar Ruko Batumerah. Sebab, di dua pasar ini masih sedikit ramai didatangi pembeli, meskipun tidak semua lapak pedagang yang buka.

Mega (26) pedagang bawang ini mengaku, sudah berjualan sejak lebaran hari kedua. Ia yakin, pasti pembeli ada yang datang untuk mencari bumbu masak.

"Ya pembeli sudah pasti kurang. Lagi pula ini kan masih suasan lebaran. Tapi gimana lagi. Kita kan pedagang harus tetap jualan,"katanya

Mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Ambon ini menambahkan,pembeli selama masa pandemi Covid-19 menurun drastis dibandingkan sebelum adanya wabah tersebut.

Menurut dia, dampak dari Covid- 19 sangat memukul ekonomi masyarakat. Daya beli masyarakat menurun.

"Dengan kondisi ini, saya juga harus cari akal untuk bisa bertahan membiayai kuliah nanti dan untuk makan sehari-hari,"tutupnya (SS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00