Ikan Kerapuh Hidup Diekspor dari Ambon ke Hongkong

KBRN, Ambon : Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Ambon kembali memfasilitasi ekspor perdana 50 box kerapuh hidup dari Bandara Pattimura ke Hongkong, Rabu (4/12/2019). Ekspor perdana melalui jalur udara oleh  PT Rajawali Laut Timur menyumbang devisa ekspor 3.500 USD atau senilai Rp 49.875.000.  Kepala Bea Cukai Ambon, Yanti Sarmuhidayanti mengatakan, produk ikan kerapu baru pernah diekspor langsung dari Ambon.  Sebagai eksportir baru, Rajawali Timur merupakan eksportir keempat yang sudah melakukan kegiatan ekspor di tahun 2019.  "Jadi ini eksportir baru pernah ekspor langsung. Apalagi kerapuh hidup juga baru pernah dikirim dari Ambon. Tapi eksportir berusaha memenuhi permintaan pasar," ujarnya Sebelumnya, Rajawali Laut terbiasa memenuhi permintaan kerapuh hidup sampai Jakarta. Tetapi untuk kali ini permintaan pasar ekspor cukup banyak.  Menurut Yanti, kesadaran pelaku usaha untuk melakukan ekspor langsung patut diapresiasi. Ini semua berkat sinergitas antar instansi yang memberikan dukungan penuh pada kegiatan ekspor.  Tahun ini sudah 486 kali ekspor yang tercatat pada pemberitahuan ekspor barang (PEB) Bea Cukai Ambon, dengan nilai devisa ekspor 10.610.074 USD atau Rp 151 miliar.  General Manager PT Rajawali Laut Timur, Andre mengatakan, sejauh ini pengurusan dokumen perijinan di instansi terkait sangat mudah. Tetapi untuk bisa ekspor langsung banyak dokumen yang harus dilengkapi.  Untuk bisa konsisten ekspor langsung, ia berharap maskapai penerbangan mempunyai jadwal tetap, agar tidak berdampak buruk pada komoditas ekspor.  "Kita kan ekspor kerapuh hidup jadi cukup beresiko. Kalau tidak ada kepastian jadwal keberangkatan otomatis akan berdampak pada kualitas ikan yang diekspor. Semisal kalau delay lama. Bisa-bisa ikan mati. Sementara dari Ambon sampai ke Hongkong memakan waktu dua hari baru barang diterima disana," urainya Untuk memenuhi permintaan pasar, Andre tidak kesulitan, kerapuh hidup biasa didapat dari Geser Kabupaten Seram Bagian Timur. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00