BPS: Sektor Migas Dominasi Impor Maluku

KBRN, Ambon : Kontribusi sektor migas sangat dominan pada aktivitas impor Maluku. BPS mencatat impor Maluku pada Juni 2022 tercatat sebesar US$ 17,83 juta berasal dari sektor migas, berupa minyak ringan dan preparatnya tidak dicampur. Nilai impor naik sekitar 75,38 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya. 

"Untuk periode Januari-Juni 2022 nilai impor mencapai US$ 126,24 juta atau meningkat sekitar 100,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 (US$ 62,92 juta). Komoditas yang diimpor berupa bahan bakar mineral dan komoditas nonmigas yang diimpor berupa plastik untuk pengemasan, kertas karton, pompa air elektrik, mesin penyaring cairan dan sirkuit pemutus otomatis," jelas Kepala BPS Maluku, Asep Riyadi.

Dikatakan, impor Maluku berasal dari negara Singapura sebesar US$ 17,83 juta atau naik sekitar 79,89 persen dibanding Mei 2022. Nilai impor Maluku periode Januari-Juni 2022 didominasi oleh negara Singapura dengan andil sebesar 85,01 persen, dan selanjutnya oleh negara Malaysia sebesar 14,79 persen serta negara Tiongkok sebesar 0,20 persen.

Sementara itu, pelabuhan bongkar barang impor Maluku pada Juni 2022 terjadi pada Pelabuhan Yos Sudarso. Dimana nilai impor mengalami peningkatan sekitar 79,89 persen.

"Pada bulan Juni 2022 ini tidak ada impor melalui Pelabuhan Bula, Pelabuhan Tulehu, Pelabuhan Wahai dan Bandara Pattimura Ambon," tutup Riyadi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar