Kurangnya Pasokan, Harga Sejumlah Komoditi di Ambon Naik

KBRN, Ambon : Sejumlah komoditi di pasar tradisional Kota Ambon terpantau mengalami kenaikan seperti cabai rawit merah, tomat, kentang, wortel, bayam, kacang panjang, dan sawi, Senin (08/08/2022).

Berdasarkan data pantauan Disperindag Provinsi Maluku di empat pasar tradisional di Kota Ambon tercatat, cabai rawit merah mengalami kenaikan harga sebesar 92% yakni naik dari sebelumnya Rp.62.500 per Kg menjadi Rp.120.000 per Kg. Penyebab kenaikan harga karena kurangnya pasokan, dan hanya andalkan pasokan dari sentra Namlea Pulau Buru. 

Untuk tomat mengalami kenaikan harga sebesar 35% dari sebelumnya Rp.13.750 per Kg menjadi Rp.18.750 per Kg, akibat pasokan berkurang dan stok yang ada berasal dari Namlea-Pulau Buru.

"Modal pedagang untuk cabai rawit merah naik menjadi Rp.110.000 per Kg.atau naik sebesar Rp.57.500 per Kg dari harga sebelumnya. Kalau untuk tomat modal pedagang naik menjadi Rp.12.000 per kg," jelas Hermawan, Kepala Seksi Bapok dan Pameran Produk Dalam Negeri (PPDN) Disperindag Maluku.

Kenaikan harga lanjut Hermawan, juga terjadi untuk sayuran dataran tinggi seperti kentang dan wortel yang dipasok dari Surabaya.

Untuk kentang mengalami kenaikan harga sebesar 15% yakni naik dari sebelumnya Rp.19.500 per Kg menjadi Rp.22.500 dan modal pedagang naik menjadi Rp.900.000 per karung ukuran 60 Kg. Sedangkan wortel, dijual dengan harga Rp22.500 per Kg.

"Penyebab kenaikan harga kentang adalah kurangnya pasokan sebab yang masuk hanya dari sentra distribusi Surabaya dan naiknya modal pedagang dari sentra," tambah Hermawan. 

Lanjutnya, untuk sayuran hijau yang dipasok petani lokal juga mengalami fluktuasi akibat cuaca ekstrem, misalnya kacang panjang dan sawi. 

"Penyebab kenaikan harga adalah kurangnya produksi akibat cuaca ekstrim, hujan deras, dan para petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pembuatan kanopi pelindung tanaman, akibatnya berpengaruh terhadap modal pedagang," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar