Ini Komoditi Pemicu Inflasi di Tual

KBRN, Ambon : Hasil pemantauan di Kota Tual menunjukkan terjadi inflasi sebesar 0,65 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 112,27 pada Mei 2022 menjadi 113,00 pada Juni 2022. 

Inflasi tahun kalender Kota Tual tercatat sebesar 2,41 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun sebesar 4,52 persen. 

Dari 285 komoditas tercatat 50 komoditas mengalami kenaikan harga dan 35 komoditas mengalami penurunan harga selama Juni 2022. 

Kepala BPS Maluku Asep Riyadi merincikan, 10 (sepuluh) komoditas utama yang mengalami kenaikan harga atau yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Kota Tual adalah ikan tongkol/ikan ambu-ambu (0,2537%), ikan layang/ikan benggol (0,224%), ikan teri (0,1097%), kontrak rumah (0,0933%), bawang merah (0,0772%), ikan kakap putih (0,0544%), tomat (0,0376%), telur ayam ras (0,0347%), ikan bakar (0,0329%) dan baju muslim wanita (0,0264%). 

Sedangkan 10 (sepuluh) komoditas utama yang mengalami penurunan harga dengan andil terbesar terhadap deflasi yaitu angkutan udara (-0,244%), kangkung (-0,0816%), daun singkong (-0,0579%), ikan kembung/ikan gembung (-0,0296%), tahu mentah (-0,0187%), bawang putih (-0,0174%), sawi hijau (-0,014%), tauge/kecambah (-0,0101%), tempe (-0,0095%) dan terong (-0,0088%).

Menurut kelompok pengeluaran, inflasi yang terjadi di Kota Tual utamanya disebabkan oleh 6 (enam) kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu tertinggi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,65 persen, diikuti oleh perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,46 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,76 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,5 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,4 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,26 persen. 

"Sebaliknya 3 (tiga) kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks yaitu tertinggi pada kelompok transportasi sebesar 2,14 persen, diikuti oleh kelompok pendidikan sebesar 0,3 persen, dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen. Sementara kelompok kesehatan dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya cenderung stabil pada Juni 2022," tutup Riyadi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar