Pedagang Buah Pertanyakan Keseriusan Dewan Kota

KBRN, Ambon : Pedagang buah pasar Mardika Kota Ambon mempertanyakan keseriusan DPRD Kota Ambon dalam menyikapi aspirasi yang disampaikan mereka pada 7 dan 10 Januari 2022 lalu. 

"Dua kali kita ke komisi II DPRD Ambon. Kita adukan soal adanya pembongkaran lapak kami oleh Satpol PP. Dewan janjikan akan diundang pihak-pihak terkait. Tapi sampai sekarang belum jelas kapan tindaklanjutnya," kata beberpa pedagang di Ambon, kemarin

Mereka mengaku, sangat mengharapkan perhatian serius DPRD. Sebab untuk menghidupkan keluarga serta memenuhi tuntutan ekonomi lainnya, mereka hanya bisa dengan berjualan di pasar.  

"Kita kan hanya sekitar 23 meja. Paling tidak ada kejelasan sehingga kita bisa lagi berjualan untuk memenuhi tuntutan hidup di masa pandemi ini," pinta mereka

Terpisah, anggota komisi II DPRD Kota Ambon, Ari Sahertian mengatakan, DPRD tidak memiliki kewenangan lebih. Artinya, DPRD hanya mendengar setiap aspirasi, dan aspirasi itu akan disampaikan ke pemerintah sebagai pihak eksekusi.

"Kalau kita punya tugas dan fungsi untuk mengeksekusi setiap aspirasi yang disampaikan, mungkin kita sudah turun ke pasar untuk menyelesaikan ini. Hanya saja, kita tak punya kewenangan lebih. Semua itu ada di pemerintah," ujarnya

Kendati demikan, politisi PKB itu mengaku, pihaknya akan mengusulkan ke Pemkot agar para pedagang buah ini dipindahkan ke depan pelabuhan rakyat pantai Mardika. 

"Kan di depan pelabuhan rakyat juga ada pasar buah. Jadi kita usulkan 23 meja ini pindah kesitu. Ini baru sebatas usulan yang nantinya disampaikan," terangnya

Dia juga meminta Pemkot melalui Dinas Indag jangan sampai melukai atau mengecewakan para pedagang buah yang kena dampak penertiban lapak (Rafsanjani).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar