Polemik M-LIN, Walikota Sebut itu Memalukan

KBRN Ambon : Walikota Ambon, Richard Louhenapessy akhirnya ikut berkomentar perihal Maluku Lumbung Ikan Nasional (M-LIN) yang kabarnya terancam gagal berada di Maluku.

"Potensi perikanan terbesar di Indonesia berada di Maluku, jadi tak mungkin LIN dipindahkan ke daerah lain," kata Richard kepada RRI Ambon, pekan kemarin.

Menurut Richard, kalaupun ada masyarakat ataupun pejabat Maluku yang mempolemikkan LIN, maka tentu ini sangat memalukan. 

Sebab, kehadiran LIN bukanlah untuk kepentingan satu dua orang atau kelompok tertentu, tapi bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pembangunan Maluku yang lebih baik kedepan. "Tidak penting untuk LIN ini kita persoalkan. Tugas kita yaitu kawal dan lakukan lobi politik saja dulu supaya ada pengakuan dari pusat," pintanya

Nanti, lanjut Richard, Jika dalam perkembangannya masih terdapat kekurangan, barulah pemerintah, DPRD dan seluruh pihak terkait sama-sama membantu untuk melengkapi kekurangan itu.

Mantan ketua DPRD Maluku itu bilang, ibarat investasi. Artinya, daerah harus menyiapkan segala yang diminta pihak-pihak yang ingin berinvestasi. Jika itu sudah tersedia, barulah daerah membuat aturan tentang pembayaran ini dan itu.

Bukan ketika investor masuk, lalu daerah sudah meminta untuk membayar segala macam. Tentu, investor juga akan balik kanan dan memilih berinvestasi di tempat lain. 

"Ini sama dengan orang mau datang investasi, tapi belum lagi berinvestasi, sudah diminta bayar ini itu dan segala macam. Ya pasti dia keluar lah. Padahal bagusnya datang saja, kita siapkan semua, nanti kalau sudah berinvestasi barulah kita buat atauran," ucapnya

Dikatakan, LIN juga demikian. Semua pihak harus mendorong untuk Maluku diakui sebagai daerah LIN. Dan LIN jangan dilihat dalam perspektif politik tapi dilhat dalam perspektif kesejahtraan masyarakat.

"Memang keputusannya itu keputusan politik, tapi dampaknya itu loh yang sangat menguntungkan masyarakat Maluku. Jadi  saya sedih kalau ada yang mengomntari LIN tapi tak mengerti LIN lebih jauh," tukasnya (Rafsanjani)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar