Ekspor Maluku Naik 142,05 Persen, Terbesar Menuju Vietnam

KBRN, Ambon : Ekspor Maluku pada Oktober 2021 mencapai US$ 1,60 juta berasal dari komoditas non migas.

BPS Maluku mencatat, komoditas non migas senilai US$ 1,60 juta dari kelompok ikan dan udang berupa ikan tuna, ikan kerapu hidup, ikan kakatua, ikan ungar/rajabau, dried seacucumber dan kepiting serta gum copal medium/small chips.

“Nilai ekspor Oktober naik sekitar 142,05 persen dibandingkan nilai ekspor Maluku bulan September 2021 (US$ 0,66 juta) yang berasal dari komoditas barang non migas yaitu kelompok ikan dan udang,” ujar Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Maluku Jesica pupella.

Secara kumulatif lanjut Pupella, ekspor Maluku periode Januari–Oktober 2021 berasal dari komoditas migas berupa minyak petroleum mentah sebesar US$ 21,27 juta dan komoditas non migas senilai US$ 13,68 juta.

“Perbandingan nilai ekspor Januari–Oktober 2021 terhadap periode yang sama tahun 2020 menunjukan penurunan sekitar 30,36 persen,” jelasnya.

Sementara untuk negara tujuan ekspor,  bulan Oktober kegiatan ekspor dilakukan ke negara anggota ASEAN dan negara Asia lainnya.

Ekspor ke negara anggota ASEAN senilai US$ 0,03 juta ke Singapura dan Vietnam senilai US$ 0,86 juta.

Ekspor dari Maluku ke negara di kawasan Asia lainnya yaitu ke Hongkong sebesar US$ 0,26 juta, Jepang sebesar US$ 0,41 juta dan Bangladesh sebesar 0,04 juta. Ekspor terbesar pada periode ini menuju negara Vietnam.

“Untuk periode Januari-Oktober 2021, ekspor yang terbesar menuju Vietnam senilai US$ 2,16 juta atau mengalami penurunan sekitar 2,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Pada Kawasan Negara Asia lainnya yaitu Korea Selatan memiliki nilai ekspor tertinggi (US$ 19,41 juta) dengan kontribusi sebesar 55,52 persen dari total ekspor Maluku. Selanjutnya diikuti oleh Tiongkok dengan nilai ekspor sebesar US$ 5,92 juta atau mengalami penurunan sebesar 78,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Sementara itu, ekspor menuju Amerika Serikat sebesar US$ 2,20 juta atau mengalami penurunan sekitar 37,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020,” tutup Pupella.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar