Komoditas Cabai Rawit dan Ikan Layang Picu Inflasi Maluku

KBRN,Ambon: Provinsi Maluku tercatat mengalami inflasi  1,06 persen pada November 2021, meningkat dibandingkan dengan inflasi yang terjadi  Oktober 2021 sebesar 0,19 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,39 persen dan menyumbangkan andil sebesar 0,12 persen.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, Noviarsano Manullang, inflasi pada kelompok ini utamanya didorong oleh komoditas cabai rawit dan ikan layang yang masing-masing tercatat mengalami inflasi  27,40 persen serta 7,65 persen.

"Kenaikan harga kedua komoditas tersebut ditengarai terjadi akibat menurunnya pasokan karena pola panen yang masuk kondisi waspada produksi serta fenomena La Nina yang mulai terjadi di wilayah Maluku,"ujar Manullang, Minggu (5/12/2021)

Selain itu, kenaikan tarif pengiriman kontainer disinyalir mengakibatkan kenaikan harga khususnya pada komoditas-komoditas yang didatangkan dari luar daerah.

"Berdasarkan Survei Pemantau Harga (SPH) Bank Indonesia, harga cabai rawit merah tercatat meningkat sebesar 29,22 persen menjadi Rp63.900 pada akhir November 2021,"jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar