Kelompok Budidaya Perikanan di Lateri Dapat Bantuan Keramba Jaring Apung dari BI Maluku

KBRN,Ambon: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku memberikan bantuan Satu unit Keramba Jaring Apung kepada Kelompok Budidaya Perikanan Siloam  di Kelurahan Lateri, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon, Senin  (27/9/2021) sore.

Bantuan ini merupakan  bagian dari Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) yang bertemakan “Dedikasi Untuk Negeri”.

Noviarsano Manullang, Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku mengatakan, bantuan Keramba Jaring Apung   dengan ukuran 6 × 9 meter itu, diharapkan dapat mendorong kinerja Kelompok Budidaya Perikanan Siloam,  menghasilkan hasil budidaya biota laut yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi.

Selain itu, pihaknya berharap bantuan tersebut mampu merangkul kelompok-kelompok Budidaya Perikanan lainnya yang tergabung dalam sebuah Gabungan Kelompok Budidaya Perikanan menjadikan wilayah Kota Ambon  sebagai salah satu sentra perikanan terbesar sekaligus membangkitkan pariwisata bahari dan ekonomi rakyat.

"Saya memberikan apresiasi kepada Kelompok Budidaya Perikanan Siloam yang telah manfaatkan bantuan  Bank Indonesia dengan baik.  Harapannya, semoga ini bermanfaat untuk kesejahteraan kelompok budidaya perikanan ini,"ungkap Noviarsano, sesaat sebelum memantau sekaligus meresmikan pemanfaatan Keramba Jaring Apung Kelompok Budidaya Perikanan Siloam.

Dalam kesempatan yang sama, Bank Indonesia juga menghadirkan  pemilik usaha belanja online di Ambon  yaitu  Pigi Pasar, untuk diperkenalkan kepada Kelompok Budidaya Perikanan Siloam. Ada harapan,  terjalin kerja sama baru untuk memberikan kemudahan usaha khususnya membantu  penjualan hasil produksi ikan  dari Keramba Jaring Apung.

"Cara Bank Indonesia tak hanya berikan bantuan tapi kami coba membuka akses pemasaran yang lebih mudah dan cepat melalui belanja online, apalagi di tengah pandemi Covid-19. Nah ini kami hadirkan anak-anak muda Maluku yang punya usaha  belanja online Pigi Pasar, kalau bisa ada perkenalan awal dengan kelompok budidaya ini ya, gimana   pemasarannya,"jelas Manullang.

Sekretaris Kelompok Budidaya  Perikanan Siloam Kelurahan Lateri, Yacob Ruhulessin mengungkapkan, rasa bangga dan terima kasihnya kepada BI Maluku yang telah memberdayakan masyarakat pesisir melalui bantuan Keramba Jaring Apung.

"Kelompok ini akan memanfaatkan bantuan BI Maluku dengan baik dan optimis untuk  merubah Teluk Ambon menjadi kawasan pariwisata yang berintegrasi dengan perikanan,"tandasnya.

Yacob bercerita, Kelompok Budidaya Perikanan Siloam   terdiri dari 10 anggota. Awalnya mereka memiliki Satu unit Keramba Jaring Apung  beukuran 6× 16 meter. Hasilnya didapat dari hasil swadaya masyarakat. Tapi kondisinya sudah tidak layak pakai, maka disepakati untuk direhab atau diganti, maka diajukan  proposal ke BI Maluku.

"Melalui  proposal itu BI Maluku kucurkan dana Rp 80 juta lebih. Semua bahan disiapkan dan kami atur dengan baik. Kemudian dilakukan pembuatan Keramba Jaring Apung Enam kotak dengan ukuran 6×9 meter. Pengerjaan selama 10 hari,  dimulai dari 8 hingga  18 Agustus 2021, diakukan sendiri oleh kelompok budidaya ini. Kalau memang ada pihak-pihak lain juga yang ingin menggunakan jasa kelompok ini, kami siap,"serunya

Peresmian bantuan Keramba Jaring Apung ini juga dihadiri perwakilan dari  Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Balai Perikanan Budidaya Laut Kota Ambon,Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon, Anggota DPRD Kota Ambon Daerah Pemilihan Baguala, Zeth Pormes

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00