Musim Durian, Pantai Losari Ramai Lagi

KBRN, Ambon : Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon masih melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Diperketat, tuntutan ekonomi di masa pandemi Covid memaksa warga tidak bisa berdiam diri di dalam rumah.

Terbukti, musim durian tahun ini dimanfaatkan oleh sebagian warga dengan menjajakan buah berkulit tajam yang tumbuh subur di hutan Pulau Ambon, Seram dan Kepulauan Lease di Pantai Losari Kota Ambon untuk mengais rejeki.

Musim durian tahun ini memang sedikit mengalami paceklik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Di Pulau Ambon misalnya, hanya sebagian wilayah yang dapat memanen buah durian, misalnya Desa Hative Besar. 

Durian aneka rasa dan jenis yang dipanen dari desa ini,  kebanyakan diperdagangkan di Pasar Wayame dengan harga yang  cukup mahal, namun tetap saja terjual.

Kawasan lain seperti Jazirah Leihitu dan Leitimur di Pulau Ambon mengalami musim paceklik, namun banyak yang mencoba mencari peruntungan dengan membeli durian dari Pulau Seram untuk diperdagangkan di Pantai Losari.

Memet, salah satu penjual durian asal Leihitu kepada RRI, Minggu (25/07/2021) sore  mengatakan, dirinya nekat membeli durian dari Pulau Seram untuk mengais rejeki di Pantai Losari karena pohon durian di kampungnya tidak berbuah.

"Ini durian dari Seram. Katong (kita) ambel dengan harga murah, tapi katong juga zen (tidak) bisa jual terlalu mahal. Tau to, musim Corona ni masyarakat samua susah. Jadi biar untung kacil, katong jalani saja," ujar Memet sambil berteriak memanggil pembeli.

Dari pantauan RRI, kebanyakan pedagang buah menggunakan  masker saat melayani pembeli, meski ada satu dua yang menggantungkan di dagu. 

Hanya saja, yang dikuatirkan, dampak musim durian akan membuat Teluk Ambon dicemari kulit durian, sehingga Pemkot Ambon melalui instansi terkait diharapkan turun melakukan pengawasan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00