Tiga Hari Lonjak, Harga Cabai kembali Turun

KBRN, Ambon: Cabai rawit menjadi salah satu komoditi yang harganya fluktuatif. Hingga kemarin harga cabai rawit di pasar tradisional Kota Ambon  melambung hingga level Rp 90.000 per kilogram dan hari ini turun menjadi Rp 70.000.

Ani (49), salah satu pedagang di pasar Mardika menuturkan, kenaikan harga terjadi akibat stok yang kosong, namun hanya berselang tiga hari, harga kembali turun setelah pasokan masuk dari sentra produksi. Saat ini cabai rawit eceran dijual Rp 8.000 per cupa (ukuran kaleng susu kental manis). Sementara cabai keriting per kilogram dijual Rp 40.000.

"Pokoknya kalau sehari saja cabai kosong, langsung harga lonjak. Meski harga tinggi, daya beli masyarakat Ambon tetap tinggi," ujar Ani, Selasa (22/06).

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Maluku, Poly Jamlean kepada RRI.co.id menjelaskan, hasil monitoring dilapangan, didapati harga kebutuhan pokok cenderung normal. Hanya cabai rawit yang fluktuatif. 

Dikatakan, komoditi cabai rawit selain dipasok dari sentra produksi lokal, seperti Namlea, Kobisonta, dan Gemba,  tetapi juga di pasok dari luar Maluku seperti Makassar guna mengantisipasi adanya gagal panen sekaligus memastikan tersedianya ketahanan stok dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Cabai rawit pun dipasok tidak dalam jumlah yang banyak, karena komoditi ini tidak tahan lama seperti beras, gula pasir dan lainnya. Namun demikian, stok tetap ada untuk penuhi permintaan masyarakat. Saat inipun harga sudah mulai menurun," jelas Jamlean.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00