Saatnya Pedagang di Ambon Gunakan Transaksi Non Tunai

KBRN,Ambon: Pasar Transit Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon, dipilih sebagai lokasi diberlakukannya penggunaan QR Code Indonesia Standar (QRIS) bagi pedagang setempat.

QRIS ini merupakan sistem transaksi non tunai.Dalam peluncuran QRIS di Pasar Terminal Transit Passo, Jumat (16/4/2021) Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia(KPw BI) Provinsi Maluku, Noviarsano Manullang,mengatakan saatnya semua pedagang gunakan transaksi non tunai.

Pihaknya mendorong sistem pembayaran non tunai dengan aplikasi, karena perkembangan teknologi digital semakin pesat.Sejak dilaunching tahun 2020 sudah ada 15.750 merchant QRIS di Maluku dari 30 ribu yang ditargetkan.

"Kami melihat negara kita semakin maju, teknologi semakin maju, ekonomi semakin maju untuk itu kita perlu beradaptasi dengan perubahan dengan mendorong pembayaran non tunai. Jika dulu masyarakat masih pakai ATM, Kartu Kredit, tapi sekarang cukup scan barcode saja,"terang Manullang

Untuk meningkatkan penggunaan aplikasi pembayaran Non Tunai, Manullang mengajak semua aparatur pemerintah dapat menjadi contoh bagi masyarakat.

Dalam peluncuran QRIS hadir Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dampingi Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, Sekretaris Kota (Sekkot) Antoni Gustaf Latuheru bersama pimpinan OPD terkait.

Walikota ikut mendorong semua masyarakat Kota Ambon mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Apalagi sejak 2018, Kota Ambon telah ditetapkan menjadi salah satu dari 100 Smart City di Indonesia.

"Dengan penggunaan QRIS masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman karena tidak perlu membawa uang tunai, tetapi cukup menggunakan aplikasi,"kata walikota

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00