Tahun Depan, Jabatan Kepsek Di SBT Dilelang

KBRN, Bula : Guna memantapkan pelayanan dalam bidang pendidikan, Pemkab Seram Bagian Timur terus dari waktu ke waktu berusaha memperbaharui manejemen dan sistem yang menjamin suatu penyelenggaran pendidikan yang lebih baik, merata dan berkualitas, salah satunya yakni mekanisme pengangkatan jabatan kepala sekolah (Kepsek).

Jika sebelumnya pengisian jabatan ini belum terlalu detail memperhatikan jenjang karier dan kepangkatan. Dimana masih banyak jabatan Kepsek diisi oleh mereka yang jenjang pendidikannya belum sarjana (S1), atau pangkatnya masih dibawah golongan III. Kini sistem itu telah berhasil disempurnakan.

Dengan keluarnya Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tentang sistem dan mekanisme pengangkatan Kepsek, maka syarat jenjang pendidikan dan kepangkatan menjadi tohokan dalam menentukan seorang guru boleh menduduki jabatan dimaksud. Mekanismenya pun diubah dari semula diangkat sesuai penilian pejabat berwenang, kini tidak lagi demikin. Pengangkatannya dilakukan secara terbuka melalui proses yang lebih selektif.

“Alhamdulillah Perbub sudah ditandatangani. Dengan demikian mulai tahun 2021 pengangkatan jabatan Kepsek dilakukan melalui proses lelang dengan memperhatikan syarat dan ketentuan sebagaimana diatur di dalam Perbub itu sendiri,” jelas Plt Kepala Dikbudpora, Sidik Rumalowak kepada Radio Republik Indonesia di bula, Senin (12/10).

Lahirnya Perbub ini juga sekaligus memangkas pengaruh interest politik kepentingan dalam tradisi pengangkatan jabatan Kepsek selama ini. Dimana penentuan seseorang menjadi Kepsek acap kali dipengaruhi intervensi elit politik lokal. Hal ini pula lah yang menjadi pangkal sebab seorang guru kerap nekat ikut bermain dalam ranah politik praktis pada tiap momentum pemilu karena iming-iming jabatan.

Dengan berlakunya Perbub ini maka secara otomatis menjamin setiap guru bersikap netral dalam Pemilu maupun Pilkada. Guru yang hendak mengajukan diri sebagai Kepsek harus bertarung secara sehat, mengedepankan aspek profesionalitas sebab tidak lagi ada ruang bergaining politik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00