Operasi Berakhir Tanpa Hasil, Keluarga WNA Amerika Minta Tak Perlu Ritual Adat

KBRN, Ambon :  Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Ambon, Lantamal IX, Pol Air Polda Maluku, Tagana dan PPSM (Persatuan Pemandu Selam Maluku), Kamis (13/08/2020) sore, secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap WNA asal Amerika Leila  Marie (57) tanpa hasil.

Leila yang diketahui seorang instruktur diving profesional yang datang dari Raja Ampat Papua Barat bersama teman dekatnya Kevin Scott ke Kota Ambon pada Maret 2020, dilaporkan hilang saat melakukan diving (penyelaman) di Pantai Tirta Amahusu Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Jumat (07/08/2020).

Kepala Basarnas Ambon Djunaidy kepada wartawan sebelum menutup operasi pencarian mengungkapkan, secara umum, kegiatan operasi berjalan dengan lancar, namun hingga hari ketujuh, teman dekat Kevin Scott belum juga ditemukan.

"Tidak ada kendala, kendala hanya pada hari pertama dan kedua saja, yakni arusnya sangat kuat 1- 4 knot sesuai informasi BMKG.  Pada hari ketiga kecepatan arus  turun 0,5 - 1 knot, hari selanjutnya tenang. Dasar perairan berpasir,  kedalam selam antara 30 - 40, angin stabil, gelombang 0,5 meter, sehingga pencarian lancar dan lancar," beber Djunaidy.

Operasi pencarian ini menggunakan  KN SAR 242 Bharata Kansar Ambon 1 unit,  Rubber Boat Basarnas 3 unit,  Rigid Inflatable Boat (RIB)  Basarnas 1 unit,  Rubber Boat TNI  2 unit,  KP 2016 Polairud 1 unit,  Rubber Boat Polair Polda Maluku 1 unit dan Sea Rider Polair 2 unit.

Selain itu, ada Speedboat PPSM (Persatuan Pemandu Wisata Selam Maluku) 1 unit,  Speedboat Tagana 1 unit,  Speedboat BPBD Kota 1 unit,  Ambulance Puskesmas Amahusu 1 unit,  Ambulance PMI Provinsi 1 unit.

"Silahkan saja kalau masyarakat mau bikin upacara adat, yang penting harus perhatikan protokol kesehatan, harus mengikuti prosedur penyelaman kalau itu ingin dilakukan dan harus sesuai prosedur pencarian dan pertolongan," tambah Djunaidy.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Leila Marie.  Ia mengaku sebelumnya telah mengarahkan Pemerintah Negeri Amahusu melakukan prosesi adat, di mana pendeta dan tetua adat juga sudah berdoa, namun keluarga Leila di Amerika Serikat  mengatakan telah mengikhlaskan kepergiannya dan meminta tak perlu melakukan ritual adat.

"Leila ini keluarganya termasuk penganut Kristen taat di Amerika. Oleh karena  itu  dalam live streaming bersama Kevin, keluarganya mengatakan telah mengikhlaskan sehingga diharapkan jangan lagi membuat acara-acara adat dan itu kita hormati, kita pertimbangkan," ungkap walikota.

Dikatakan walikota, tiga bulan berada di Amahusu, Kevin dan leila menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat Amahusu. Selain ramah, mereka juga hidup berbaur dengan masyarakat, sehingga terjalin hubungan yang harmonis, bahkan masyarakat lokal tak lagi menganggap mereka orang asing.

Hal itu dibenarkan Saniri Negeri Mess Silooy. Menurutnya, Leila dan Kevin sering mengajak anak-anak Amahusu berkeliling dengan perahu layar pribadi mereka, Aquabago, sedangkan masyarakat sering membantu mereka dalam hal penyediaan air bersih dan kebutuhan lain. 

Anita, warga lokal, menambahkan, orang Amahusu bahkan menjuluk mereka berdua sebagai "tukang jalan kaki", karena mereka lebih suka berjalan kaki sejauh belasan kilometer ke pusat Kota Ambon untuk berbelanja kebutuhan hidup atau menikmati suasana kota.

Menurut Kevin Scott, dirinya telah dihubungi Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat untuk menawarkan bantuan. Namun tawaran itu diabaikan, karena dia melihat kesungguhan Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian. Meski pada akhirnya tidak membuahkan hasil, dia menyampaikan apresias dan menyebutnya sebagai sesuatu yang luar biasa.

Leila Marie, adalah seorang diving profesional. Selama 20 tahun, dia diinformasikan telah malang melintang di berbagai negara dengan perahu layarnya, termasuk di perairan Indonesia. Sebagai instruktur selam, laut dan diving telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. 

Menurut Kevin Scott, sebagaimana disampaikan penerjemah, sebelum kejadian musibah, dirinya dan Leila berencana melakukan penyelaman untuk memperbaiki sesuatu yang berhubungan dengan kapal layar. Rencana itu ditindaklanjuti Kevin Scott dengan menyelam lebih dulu. 

Namun, saat kembali ke permukaan laut, dirinya tak lagi melihat Leila. Dalam benaknya, Leila diyakini telah turun melakukan penyelaman, karena perlengkapan renangnya tidak ditemukan di dalam kapal. Sejak saat itu, Leila tak lagi muncul ke permukaan dan dilaporkan hilang di laut. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00