Gubernur Tinjau Jembatan Waikaka dan Lanjut ke Latu Hualoy

KBRN, Ambon : Gubernur Maluku Murad Ismail, Rabu (12/08/2020) meninjau langsung kondisi jembatan Waikaka di Desa Tala Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Dengan memggunakan kapal Pemda Maluku, KM Siwalima, Gubernur dan rombongan tiba di SBB sekitar pukul 10.45 WIT dan langsung menuju lokasi Jembatan Waikaka, didampingi Bupati SBB Yasin Payapo, Forkopimda SBB dan pimpinan OPD  di lingkup Pemkab SBB.

Ikut bersama gubernur antars lain Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XVI Maluku Satrio Sugeng Prayitno, Kepala Dinas PU Provinsi M. Marasabessy dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Muhammad Malawat.

Jembatan Waikaka ambruk akibat banjir bandang beberapa bulan lalu.  Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan Trans Seram dari Kabupaten SBB menuju Maluku Tengah, Seram Utara dan Seram Bagian Timur (SBT) jadi terganggu.

"Karena status jalan pada jembatan ini adalah jalan nasional, sehingga saya juga datang bersama Kepala Balai Jalan untuk melihat langsung kondisi Jembatan Waikaka," kata Murad.

Gubernur mengakui, akibat dari rusaknya Jembatan Waikaka, arus transportasi antar kabupaten di yang selama ini berjalan ramai lancar menjadi terhambat dan masyarakat sekitar juga ikut merasa kesulitan.  membuat masyarakat kesulitan. 

"Saya minta sebelum jembatan ini dibangun kembali, harus dibuatkan dulu jembatan darurat untuk mempermudah akses transportasi masyarakat," tegas gubernur sembari berharap pekerjaannya dipercepat.

"Jembatan Waikaka ini diperkirakan baru selesai sebelum bulan Mei 2021, semoga cepat diselesaikan agar memperlancar kembali arus lalu lintas dari SBB ke Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur," harapnya.

Usai meninjau Jembatan Waikaka, Gubernur dsn rombongan menyambangi masyarakat tiga negeri Latu, Hualoy dan Tomalehu  untuk melakukan dialog bersama pemerintah negeri, unsur pemuda, tokoh agama dan perwakilan masyarakat Hualoy, Tomalehu, dan Latu. 

Gubernur berharap setelah pertemuan itutiga  negeri basudara tak lagi bertikai. Soal infrastruktur rumah dan sekolah yang rusak akibat konflik masa lalu, gubernur berjanji akan diperbaiki, termasuk membangun masjid di ketiga negeri.

"Jika mereka tidak lagi ribut, kita akan bangun sekolah, rumah yang terbakar akibat konflik, termasuk masjid," kata gubernur.

Namun gubernur mengingatkan, jika dalam proses pembangunan fasilitas-fasilitas publik yang dimaksud kembali terjadi konflik, pemerintah tidak segan-segan menghentikan proses pengerjaan. 

"Kalau sementara kita bangun, masih bakalai (berkelahi) maka kita akan berhentikan. Kita akan bangun ketiga masjid ini sama persis modelnya. Tujuannya agar kedepan menjadi percontohan untuk daerah-daerah lain," demikian Gubernur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00