KMP Bobot-Masiwang Dikembalikan Ke Kementerian

KBRN, Bula : Pemkab Seram Bagian Timur (SBT) resmi kembalikan KMP Bobot-Masiwang ke kementerian perhubungan RI, menyusul tingginya biaya perbaikan yang diperkirakan bisa menelan anggaran daerah diatas delapan miliar rupiah.

“Kami sudah putuskan untuk serahkan kembali KPM Bobot-Masiwang ke kementerian. Suratnya sudah siap dan segera dikirim,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Ramly Kilwarany kepada Radio Republik Indonesia di Bula, Kamis (06/08).

Keputusan ini diambil sebagai tindak lanjut dari hasil koordinasi Dinas Perhubungan SBT dengan pihak kementerian. Koordniasi terkait kondisi kerusakan kapal berikut proyeksi kebutuhan biaya untuk perbaikan mendapat respon positif dari pihak kementerian. Pemkab SBT disarankan, jika ingin anggaran perbaikan ditanggung pemerintah maka kapal tersebut harus lebih dahulu diserahkan.

Pasalnya sepanjang kapal itu masih tercatat sebagai asset pemkab setempat, tidak akan mungkin kementerian berani menganggarkan dana untuk pemeliharaan atau pun perbaikan. Kementerian hanya boleh mengalokasi dana untuk perbaikan dan pemeliharaan asset yang menjadi miliknya, ungkap Kilwarany meneruskan tanggapan pihak kementerian dalam koordinasi dimaksud.

Pemkab SBT lanjut mantan camat werinama ini nekad menyerahkan kembali asset tersebut ke tangan kementerian lantaran tingginya anggaran perbaikan yang cukup mencekik APBD. Belum lagi daerah dilanda pandemi global (wabah corona) serta kesiapan dalam pelaksanaan Pilkada serentak 09 Desember 2020, dimana keuangan daerah sangat terkuras.

“Keputusan ini cukup membantu menyelamatkan beban keuangan daerah. Jika sudah selesai diperbaiki, kapal ini akan kembali dihibahkan kementerian ke Pemkab SBT,” terangnya.

Untuk diketahui, KMP Bobot-Masiwang dibawah kendali Perusda Mitra Karya terakhir kali beroperasi pada 2018 silam. Kapal penyeberangan tersebut saat mengangkut penumpang mudik lebaran dari Kota Ambon menuju SBT, mengalami gangguan kerusakan ditengah perjalanan. Kerusakan semakin parah saat kapal dilabuhkan di depan galangan milik fakultas teknik Unpatti Ambon.

Lambung kapal alami kebocoran, akibat selama berlabuh tidak ada petugas yang berjaga dan mengawasi. Kini bangkai kapal berhasil dievakuasi dan diamankan di salah satu galangan kapal di Kota Ambon.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00