Ditengah Tekanan Pandemi, BPNB Maluku Dukung Pelaku Seni Tetap Eksis

KBRN, Ambon: Balai Pelestarian Nilai Budaya ( BPNB) Maluku, mendukung seniman serta budayawan, 

meskipun ditengah Pandemi Covid-19, tetap berkreasi dan berekspresi,  menciptakan konten maupun pagelaran seni secara virtual. 

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku, Rusli Manorek saat tampil sebagai narasumber, dalam diskusi bertajuk Eksitensi Budaya di Masa Pandemi  Covid 19, tidak menapik bahwa ditengah tekanan pandemi ini, berdampak besar terhadap semua sektor. Namun demikian, kebudayaan tidak boleh mati. Semuanya harus terus hidup, karena merupakan potensi daerah. 

"Kami minta peran bersama. Ada seniman, tokoh budaya, pemerintah .Ayolah, menggairahkan seni dan budaya Maluku," seru Rusli dalam diskusi tersebut, yang berlangsung di Graha Lantai I Ambon Ekspres, Selasa (28/7/2020)

Diskusi selama dua jam ini, digagas BPNB Maluku didukung Ambon Ekspres, disiarkan langsung melalui Ameks Radio serta saluran YouTube BPNB Maluku. 

Rusli menambahkan, perhatian pihaknya untuk melestarikan budaya Maluku, terus dilakukan. Salah satunya, melalui pendampingan bagi ratusan Sanggar Seni yang tersebar pada kabupaten dan kota di Maluku. 

"Bila potensi yang ada digarap maksimal, dapat menopang ekonomi para seniman dan budayawan disaat seperti ini,"tandasnya.

Narasumber  lainnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Kasrul Selang memberikan apresiasi kepada BPNB Maluku, karena mampu menyatukan pikiran sekaligus mendengar curhatan para seniman maupun tokoh budaya dalam diskusi.

"Diskusi seperti ini perlu digiatkan. Dukungan dari media sangat perlu,"terang Kasrul

Pihaknya  mendukung seniman, untuk mampu produktif selama Pandemi Covid-19. Dengan adanya berbagai program, dapat membantu para pekerja seni dan pelaku budaya produktif di masa sulit.

"Saya jamin, pemerintah tidak diam untuk memberikan perhatiannnya bagi kemajuan budaya di Maluku,"ujarnya

Pimpinan Sanggar  Luleba Ambon, Wilhemina Tetelepta juga hadir sebagai narasumber. Ia banyak bercerita tentang masa suram pekerja seni seperti dirinya sejak awal pandemi. Tapi, ini tidak membuat harapan harus hancur. Di Sanggar Luleba, ide kreatif diciptakan sebagai jalan menghidupi diri, dengan membuka usaha sampingan berupa jualan berbagai cemilan secara online

"Banyak ide yang dilakukan. Selain itu kami membuka peluang usaha menjahit masker bermotif kebudayaan Maluku,"bebernya

Narasumber lainnya dari Akademisi Unpatti Ambon, Hermina Lola Soselissa menyampaikan pendapat, apapun keadaan saat ini, pemerintah harus menggandeng pihak swasta, untuk membantu mengakomodasi para seniman dan tokoh budaya tetap berkarya.  

Kegiatan ini diboboti dengan beragam pertanyaan dari mahasiswa serta jurnalis, seniman dan tokoh budaya sebagai peserta diskusi(SS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00