Warga Ambon Diminta Waspadai Ancaman Banjir dan Tanah Longsor

KBRN, Ambon : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon mengingatkan warga yang bermukim di lereng-lereng bukit dan daerah sekitar aliran sungai untuk selalu  waspada terhadap ancaman banjir dan tanah longsor selama musim hujan. 

Pasalnya, berdasarkan hasil koordinasi BPBD dengan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ambon, curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi diprakirakan masih terjadi pada bulan Juli dan berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor.

Kepala BPBD Kota Ambon Demy Paays dihubungi RRI usai meninjau tanah longsor di kawasan Skip Atas, Selasa (30/06/2020) sore mengatakan, Ambon saat ini baru  memasuki pertengahan musim hujan, karena puncak musim hujan yang disertai dengan angin kencang diprakirakan akan terjadi pada akhir bulan Juli. 

"Hasil koordinasi kita dengan BMKG sampai akhir Juli masih hujan. Jadi intensitas hujan saat ini masih tinggi dan juga angin kencang," kata Paays. 

Olehnya, diharapkan kepada warga yang tinggal di lereng-lereng bukit, daerah sekitar aliran sungai dan daerah rawan banjir agar selalu waspada karena hujan kadang turun tidak menentu dan bisa terjadi kapan saja.

"Kalau intensitas hujan tinggi, maka bisa saja terjadi banjir dan longsor. Olehnya kita harus waspada. Jika terjadi situasi darurat segera evakuasi mandiri ke tempat-tempar yang aman," ingat Paays.

Seperti yang terjadi pada Selasa kemarin, hujan yang turun selama satu hari, menyebabkan tanah longsor di sejumlah titik. Kendati intensitasnya sedang, belasan rumah di Hative Kecil, Batumerah, Ahuru, Waihoka, Soya, Batumeja dan Skip Atas nyaris tertimbun tanah longsor. Namun yang terparah terjadi di kawasan Skip Atas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00