PSBB - Belum bisa Meredam Peningkatan Kasus Positif Covid-19 di Kota Ambon

Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta

KBRN, Ambon : Angka terkonfirmasi kasus positif Covid-19 di Kota Ambon yang merupakan ibukota provinsi semakin meningkat. Berbagai langkah pun ditempuh pemerintah kota, salah satunya Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB). Kendati demikian, tidak dapat merubah situasi yang ada.

"Dari pengawasan, kasus positif terus bertambah dan ini karena tidak ada kesadaran dari masyarakat. Sehingga apapun upaya pemerintah akan sangat sulit kalau masyarakat tidak disiplin. Siapa tahu PSBB ini akan diperpanjang, tapi sama saja tidak akan merubah situasi ini, jadi saya kira percuma saja ya,"kata Ketua DPRD Kota Ambon Elly Toisuta pada Selasa, (30/6)

Hingga hari kesembilan penerapan    PSBB, dari total 700 lebih kasus positif di Maluku, lebih dari 500 kasus ada di Kota Ambon.

"Kota Ambon kasus terus bertambah dan masyarakat tidak mengindahkan apa yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kalau pemerintah melalui aparat keamanan mengambil tindakan kekerasan, nanti pasti mendapat banyak cibiran dari orang orang tertentu dan ini sangat dilematis sekali,"ujar Toisuta yang juga ketua Kosgoro Maluku.

Sementara terkait aduan pedagang pusat perbelanjaan Ambon Plaza dan Mardika ke DPRD Kota Ambon menurut Toisuta, pihaknya akan lakukan mediasi bersama pengelola amplas untuk meminta kompensasi service charge.

"DPRD lakukan negosiasi itu. Dan untuk penutupan toko-toko dan sebagainya, itu adalah keputusan yang harus diambil pemerintah kota untuk memutus mata rantai Covid-19. Diharapkan ini jangan dilebih-lebihkan agar secepatnya kita keluar dari situasi ini,"tutupnya. (CT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00