Bakamla Zona Timur Sosialisasi Panduan Hadapi Covid-19 di Laut

Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Timur, Laksamana Pertama Bakamla Arif Sumartono, S.Sos, M.Si (HAN)

KBRN, Ambon : Pandemi Covid-19 mengharuskan aparat keamanan di laut memahami penanganannya, lewat buku panduan menghadapi Covid-19 di Laut yang merupakan wilayah tugas Bakamla Zona Maritim Timur. 

"Kami sengaja melakukan sosialisasi secara internal khususnya Kepada Personel Unsur 2 KN Kapal Patroli Bakamla RI yaitu KN Kuda Laut 403 dan KN Ular Laut 405, Bertempat di Kantor Kamla Zona Maritim Timur Ambon Jln. Ina Tuni no. 1 Karpan Ambon Kecamatan Sirimau," kata Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Timur Laksamana Pertama Bakamla Arif Sumartono, S.Sos, M.Si (HAN) pada Senin, (29/6).

Ia mengatakan sosialisasi tersebut menjabarkan berbagai hal yang perlu dilakukan ABK kapal, sebelum kapal lego jangkar atau berlayar maupun pada saat sandar, termasuk cara menghadapi ODP maupun PDP di atas Kapal.

"Tentunya sosialisasi ini penting secara internal bagi kita sendiri jangan sampai kita sendiri yang menerbitkan buku Panduan Pandemi Covid-19 di Laut ini,  tidak tahu. Buku ini merupakan kontribusi Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Laksamana Madya TNI Aan Kurnia, S.Sos, M.M.) guna memberikan kontribusi pada Negara ini yang sekarang telah dilanda Covid-19,"jelasnya.

Sementara itu, Kabid Operasi Zona Maritim Timur Kolonel Bakamla Edward Halomoan Sibuea, S.T,. M.M selaku Narasumber dalam sosialisasi tersebut memaparkan kurang lebih 11 materi. 

Pertama, Pembatasan Memasuki Pelabuhan. Dimaa jika ditemukan adanya sumber infeksi atau kontaminasi di atas kapal, langsung melakukan tindakan karantina atau tindakan lainnya yang diperlukan untuk mencegah penyebaran infeksi Pandemi, sesuai Ketentuan WHO.

Kedua, Tindakan Perlindungan Terhadap COVID-19 untuk Pelaut. Dengan memahami penyebaran Covid-19 yang ditularkan melalui tetesan (droplets) dari orang yang telah terinfeksi COVID-19. Misalnya saat batuk dan bersin, yang memapar secara langsung kepada orang lain atau terpercik di benda dan permukaan di sekitar orang tersebut.

Ketiga, Rencana Manajemen Pandemi COVID-19 di Kapal.  Para pelaut di atas kapal harus memiliki pengetahuan tentang rencana pengelolaan pandemi dan menerapkannya sesuai kebutuhan. Rencana manajemen ini mencakup keharusan melaporkan kondisi sesungguhnya di atas kapal kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan. Selain itu, mempertimbangkan kontak dan menerapkan prosedur penanganan risiko pandemi COVID-19 saat berinteraksi dengan pihak otoritas pelabuhan.

Keempat, Ketentuan Umum Bagi Pelaut. Mengacu pada pertimbangan operasi WHO dalam rangka penanganan kasus atau pandemi COVID-19 di kapal.

Kelima, Ketentuan Khusus Bagi Aparat Penegak Hukum di Laut. Panduan ini merupakan penjabaran dari ketentuan umum yang dikhususkan bagi petugas dan aparat penegak hukum dalam menangani kapal sasaran atau kapal yang diduga melakukan pelanggaran hukum. Kekhususannya terletak pada prosedur pemeriksaan terhadap kapal sasaran yang mungkin memiliki risiko terkontaminasi oleh COVID-19.

Keenam, Informasi dan Kepedulian. Para operator Kapal wajib memberikan panduan kepada ABK tentang cara mengenali gejala dan tanda-tanda Covid-19. Selain itu, staf medis yang ada di kapal harus diinformasikan dan diperbarui pengetahuannya tentang pandemi Covid-19.

Ketujuh, Pengujian Laboratorium. Pemeriksaan laboratorium terhadap spesimen klinis untuk kasus ODP/PDP harus dilakukan oleh petugas yang kompeten dari otoritas di pelabuhan, kemudian akan memberi informasi tentang hasil tes kepada nahkoda/ perwira/ABK kapal.

Kedelapan, Pelaporan ke Pelabuhan Tujuan. Nahkoda harus segera menginformasikan otoritas berwenang pada pelabuhan, tentang kasus ODP/PDP (suspect) untuk menentukan tindakan yang diperlukan.

Kesembilan, Debarkasi ODP/PDP dari kapal. Dimana harus mengendalikan penurunan penumpang untuk menghindari kontak dengan pasien. Selain itu diharuskan memakai masker bedah dan Personel yang mengawal pasien harus mengenakan APD lengkap.

Kesepuluh, Pembersihan, Disinfeksi, Pengelolaan Limbah dan APD. Pembersihan permukaan atau desinfeksi permukaan menjadi salah satu cara untuk mencegah penyebarannya. Mengingat virus corona dapat menyebar melalui paparan percikan (droplets) secara langsung atau tidak langsung.

Kesebelas, Manajemen ODP/PDP di Pelabuhan. Otoritas kesehatan pelabuhan akan melakukan penilaian risiko untuk mengidentifikasi semua kontak, dan mengeluarkan instruksi untuk dipatuhi sampai hasil laboratorium tersedia. 

Terakhir, Peralatan Medis dan Ketersediaannya. Pasokan dan peralatan memadai harus tersedia untuk menangani pandemi seperti yang dijelaskan dalam Panduan Medis Internasional untuk Kapal edisi ke-3.

Turut hadir dalam sosialisasi tersebut yakni Kabid Inhuker Zona Maritim Timur Kolonel Bakamla Julius M. Aponno, S.H, Para Kasubbid dan Kasubbag Zona Maritim Timur, Para Personel Unsur KN Kuda Laut 403 dan KN Ular Laut 405 Bakamla RI, serta Para Personel Kantor Kamla Zona Maritim Timur. (CT) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00