Pelaku Kekerasan Terhadap Perawat RSUD Haulussy Diproses Hukum

Rony Samloy, Kuasa Hukum Jomima Orno

KBRN, Ambon : Pelaku kekerasan terhadap salah satu petugas medis RSUD Dr. Haulussy ambon Jomima Orno oleh beberapa orang yang mengaku  sebagai keluarga pasien terpapar covid-19 Hasan Keiya, sementara  diproses hukum.

"Selaku kuasa hukum beta berharap polisi tetap profesional, kita kasih dukungan moril untuk tetap proses kasus ini,"kata Rony Samloy selaku kuasa hukum Jomima Orno pada Minggu, (28/6).

Kekerasan yang dilakukan terhadap kliennnya dinilai Samloy, tidak beradab serta patut dikecam.

"Harus diproses sesuai hukum, jangan ada orang yang menafsirkan apapun. Ini bukan masalah lain, tapi ini kriminal murni."ujar Samloy.

Ia menjelaskan, kliennya yakni Jomima Orno hanya melaksanakan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mengantarkan Jenazah HK. Namun mirisnya, keluarga almarhum langsung melakukan penyerangan dari belakang korban, dengan alasan pelayanan yang dilakukan bagi almarhum tidak maksimal. 

"Beta klien pada saat itu jaga malam, jenasah ada di lantai 1. Dia hanya diminta tolong mengantarkan jenazah, lalu kemudian keluarga Almarhum HK dari arah lorong langsung menyerang dia. Diduga pelaku penyerangan itu istri almarhum dan anaknya yang juga perawat di RSU Masohi. Ketika beta klien hendak lari, anak lelaki Almarhum langsung memegang tangannya dan ada yang menendang dari arah belakang serta memukul bagian kepala Jomima Orno,"jelasnya.

Ia mengatakan, Jumat kemarin pihak kepolisian telah meminta keterangan dari salah satu orang yang diduga melakukan tindak kekerasan dan keterangan tambahan akan diminta pada hari ini, Minggu(28/6)

"Beta klien sudah divisum, polisi sudah mintai keterangan dari pelaku dan hari ini jam 2 ada minta keterangan lanjutan. Para saksi sekitar 3 orang yang merupakan perawat di RSUD Dr. Haulusy juga sudah berikan keterangan terkait kejadian itu,"bebernya

Samloy berharap siapapun yang melakukan perbuatan melawan hukum harus ditindak, mengingat ini adalah negara hukum. termasuk kekerasan bersama yang dilakukan kepada kliennya Jomima orno.

"Tidak ada orang yang kebal hukum di negara ini, untuk itu pelaku harus dihukum sesuai perbuatan yang dilakukan,"tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00